Gerakan untuk melawan politik identitas dan berita bohong kali ini juga datang dari Gerakan Pemuda Ansor. Ketua Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur, Syafiq Syauqi mengungkapkan adanya gerakan politik identitas yang perlu diwaspadai dalam pilkada 2020. Karena politik identitas akan memicu polarisasi di masyarakat. Hal ini ia sampaikan saat menjadi Keynote Speaker Webinar yang diselenggarakan Bawaslu Jombang bekerjasama dengan Ansor Jombang Malam Rabu lalu (15/09).

“Politik identitas bisa menimbulkan perpecahan di masyarakat sebelum, saat dan sesudah pilkada. Ini yang perlu diwaspadai keterbelahan masyarakat yang membekas,” terangnya.

Pria yang akrab dipanggil Gus Syafiq ini menilai, bahwa maraknya politik identitas dikarenakan kompetisi politik semakin keras.

“Kompetisinya mati-matian dan yang dipertaruhkan adalah agama. Mereka ingin menang dengan bawa agama, intinya itu,” terangnya.

Gus Syafiq menilai politik identitas dengan membawa agama sebagai taruhan tidak sejalan sejarah Indonesia.

“Politik identitas itu kemunduran peradaban. Di Nusantara sejak Kerajaan Majapahit tidak pernah menggunakan politik identitas. Kita bhinneka tunggal ika. Kalau dalam pilkada 2020 masih ada yang menggunakan politik identitas, itu kalah maju dengan jamannya Majapahit,” ungkapnya.

Masalahnya politik identitas menemukan penyemaiannya di era digital. Bersama dengan berita bohong, politik identitas menyebar di media sosial. PW GP Ansor Jatim menurut Gus Syafiq membentuk tim cyber sampai ke tingkat ranting untuk melawan politik identitas dan berita bohong pilkada.

“Kami juga akan melawan berita bohong dengan membentuk tim cyber sampai ke tingkat ranting,” terangnya.

Masih menurut Gus Syafiq, kerja sama dengan Bawaslu tidak cukup hanya dengan melaksanakan Webinar saja, tetapi lebih jauh perlu diwujudkan dengan gerakan bersama memberikan edukasi kepada masyarakat agar mewujudkan pilkada yang bersih dan berintegritas.

“Kami berharap kerjasama dengan Bawaslu dilanjutkan dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat sosialisasi memilih pemimpin yang kredibel, integritas dan mengutamakan kepentingan publik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize