Bawaslu RI mencatat terdapat 243 pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh partai politik dan bakal pasangan calon (bapaslon) saat melakukan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Muncul kekhawatiran ancaman kluster baru dalam pilkada.

Ketua Bawaslu Jawa Timur, Moh Amin mengingatkan kepada seluruh pihak untuk tetap menaati aturan baik yang berkenaan dengan elektoral maupun non elektoral. Hal ini disampaikan saat live di Metro TV Jatim, Rabu,(10/09)

“Saya berharap semua pihak untuk menaati aturan elektoral dan non elektoral semaksimal mungkin. Keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi,” ungkap Amin.

Memang, penularan virus dari Wuhan ini tidak mengenal jabatan dan kasta. Dari 41 bapaslon di 19 Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang sedang menyelenggarakan pilkada, Amin menuturkan ada tiga orang yang terindikasi positif Covid-19.

“Aturannya sebelum mendaftar harus uji usap (swab test). Di Jatim terdalat 3 orang bapaslon yang terindikasi positif Covid-19 berdasarkan swab test yg dilakukan oleh tim dokter pada saat pemeriksaan kesehatan jasmani, rohani dan bebas narkoba. Dalam peraturan, untuk calon yang positif Covid-19 harus melakukan isolasi mandiri sampai dinyatakan negatif,” tutur Amin.

Meski terdapat bapaslon yang positif Covid-19, menurut Amin tidak akan mengganggu tahapan selanjutnya.

“Misalnya di daerah ada tiga bapaslon saat mendaftar dan satu orang terindikasi positif, maka tahapan terus berjalan. Jika nanti misalnya sampai pada tahapan pengambilan nomor urut pasangan calon, maka bapaslon yang tidak hadir karena Covid-19 tetap mendapatkan nomor urut setelah dinyatakan negatif,” tambah Amin.

Bagi Amin, jika aturan elektoral dan non elektoral ditaati, diharapkan akan menyelamatkan pemilih dari ancaman kluster pilkada.

“Jangan sampai kita mengorbankan rakyat. Mari kita junjung tinggi dan kita patuhi bersama tata aturan yang diberlakukan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize