“Saya tes swab sampai 4 kali. Yang ke 3 dan 4 baru negatif dan dinyatakan sembuh,” sambil memakai masker hitam, perempuan itu memulai kisahnya. Sebagai pengawas pemilu ia sadar untuk berada di garda terdepan menjaga kualitas pilkada. Namun karena terinfeksi virus yang berasal dari Wuhan itu, ia baru bisa beraktivitas setelah lebih 30 hari menjalani perawatan. 14 hari di rumah sakit, dan sisanya isolasi mandiri di rumah.

Ia biasa dipanggil Lika. Kepala Sekretariat Bawaslu Gresik yang baru saja menang lawan Covid-19. Perempuan 4 anak ini mengaku awalnya tidak begitu yakin dengan keberadaan virus ini. Tetapi setelah ia sendiri terinfeksi, ia baru menyadari kalau Covid-19 itu memang ada.

“Awalnya saya mengalami demam setelah menjaga anak yang opname di rumah sakit. 4 hari setelah anak sehat, saya masih demam. Malah gejalanya tambah. Jadi batuk dan sesak, ” tuturnya.

Dengan gejala yang dirasakan, akhirnya Lika melakukan rapid test. “Dua kali rapid test hasilnya malah nonreaktif, ” jelasnya.

Meski non reaktif, gejala sakit yang dialaminya terus tambah parah. “Saya akhirnya swab dan ternyata positif Covid-19,” terangnya.

Akhirnya ia bersama anak pertama dan suaminya mencari rumah sakit untuk melakukan perawatan. Ia bercerita tidak mudah mencari rumah sakit untuk penderita Covid-19 pada akhir Juni 2020 lalu. Banyak rumah sakit yang penuh dan tidak menerima pasien baru.

“Saya keliling sama anak pertama saya dan suami untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Saya ke Surabaya cari rumah sakit tapi banyak yang full. Ada yang mau merawat, tetapi di RS Darurat di luar” terangnya.

Setelah menemukan rumah sakit, Lika mengaku mulai menjalani perawatan. Selama 4 hari ia tidak bisa turun dari tempat tidur. Sesak nafas yang dialaminya mengaharuskan ia selalu tersambung dengan alat bantu pernafasan.

“Saya tidak dikasih obat. Hanya diinfus dan alat bantu pernafasan selama 14 hari. Karena tanpa alat bentuan itu saya sesak nafas,” tutur Lika.

Dalam rentang 14 hari, LiIka berjuang untuk menang dari Covid-19. “Saya mengonsumsi empon-empon (rempah-rempah), vitamin, dan suplemen lain untuk meningkatkan imunitas tubuh,” jelasnya.

Menurut perempuan yang siap menjadi donor plasma ini, yang cukup penting untuk menang melawan Covid-19 adalah pikiran positif. “ Harus berpikir positif. Bila kita kena gejala, jangan panik. Imunitas tubuh yang kuat akan menang lawan Covid-19,” terangnya

Tidak hanya itu saja, ketika sadar gejala sakit yang dirasakan menjadi ciri dari Covid-19, ia harus mengungsikan tiga anaknya yang lain ke Jombang agar tidak terinfeksi. Kontak dekat terakhirnya adalah suami dan anak pertamanya yang juga perempuan.

“Suami saya negatif. Tapi anak saya yang pertama positif. 5 kali tes swab baru ia dinyatakan negatif. Ia dirawat mandiri di rumah dengan olahraga dan minum suplemen. Sekarang sudah sembuh juga,” tuturnya.

Setelah pertarungan dengan Covid-19 ini, kini ia bisa tersenyum lega dan mulai bisa bergurau, “Bayangkan, dulu orang kalau dapat kabar positif itu senang. Tetapi sekarang kalau positif Covid-19, ya galau,” tuturnya sambil bergurau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize