Jawa Timur dikenal sebagai provinsi dengan basis pesantren. Santri sebagaimana terminologi dari Clifford Geertz tersebar diseluruh sudut desa dan kota. Potensi yang besar dan tersebar secara luas, membuat Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi mengajak santri untuk turut mengawasi pilkada 2020. Hal ini ia sampaikan dalam Webinar bertajuk Kemerdekaan Pengawasan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Rabu (26/08)

“Kaum sarungan ini potensinya besar di Jawa Timur. Kami mengajak santri mengawasi pilkada 2020,” ungkap Aang

Selama ini menurut Aang ada pihak yang menganggap bahwa santri tidak memiliki kaitan dengan demokrasi. Padahal bakti santri merupakan kekuatan sipil yang bisa melakukan pengawasan partisipatif.

“Sejak pilkada 2018 lalu kami telah mengajak santri mengawasi. Melibatkan santri aktif di sejumlah pesantren mengawasi pilkada,” tambahnya.

Selain terhadap santri, Aang juga mengajak pihak kampus untuk melakukan pengawasan partisipatif.

“Pengabdian masyarakat oleh mahasiswa yang biasanya dikenal dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bisa mengambil tema pengawasan partisipatif. Termasuk juga kalau ada kampus yang bersedia 1 semester fokus materi di pengawasan, ” terang Aang.

Bagi Aang, pengawasan partisipatif dari masyarakat yang tinggi akan menjadi salah satu kunci sukses pilkada 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize