Banyak jalan menuju Surabaya. Sebagaimana juga banyak cara agar sosialisasi anti politik uang sampai dan diterima dengan mudah oleh masyarakat. Bawaslu Kota Pasuruan menggunakan kegiatan bersepeda atau gowes sambil sosialisasi anti politik uang.

Sekali dayung, dua pulau terlampaui. Di samping untuk meningkatkan kesehatan, bersepeda dengan jajarannya dapat memberikan pesan tanpa seremonial yang kaku. Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Anas Muslimin menyampaikan bahwa sosialisasi anti politik uang sambil bersepeda bersama akan lebih mudah masuk dan diterima kepada masyarakat.

“Pesannya akan lebih mudah masuk daripada acara resmi untuk menolak politik uang,” terang Anas, wia saluran whatsapp, Kamis, 20 Agustus 2020.

Menurut Anas, gowes sehat anti politik uang diagendakan setiap dua minggu sekali. Awalnya dilakukan saat pengawasan tahapan coklit, Sabtu (8/8) pagi. Gowes dilakukan bersama jajaran Panwas Kecamatan dan Panwas Kelurahan untuk memastikan keluarga pemilih telah di coklit.

“Berbarengan dengan pengawasan tahapan coklit kami pertama melakukan gowes anti politik uang. Kami sebarkan stiker untuk ditempel di rumah warga,” tambahnya.

Masih menurut Anas, stiker anti politik uang menjadi simbol dari kesediaan satu keluarga dalam menolak politik uang.

“Kesediaan masyarakat menjadi keluarga anti politik uang dengan menempel stiker. Dari gerakan sosial menjadi gerakan moral. Semakin banyak keluarga yang bersedia menempel stiker, maka kian banyak masyarakat yang menyuarakan anti politik uang,” tuturnya.

Anas berharap dengan gowes anti politik uang akan mengedukasi dan memberikan dampak dalam pilkada 2020.

“Harapannya melalui kegiatan gowes sehat anti politik uang dapat mengedukasi masyarakat sehingga sadar bahwa politik uang perbuatan curang,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize