Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu RI dalam jagong Budaya di Ponorogo, Rabu malam (19/08) kembali menegaskan bahwa keberadaan pengawas pemilu untuk memastikan bagusnya kualitas pilkada 2020.

“Pertandingan sepak bola saja ada pelanggaran. Apalagi dalam pemilihan yang tentu juga potensi pelanggarannya ada. Untuk itulah, Bawaslu akan memastikan kualitas proses pilkada berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Menurut Afif, trust atau kepercayaan publik terhadap proses pilkada harus dirawat dengan baik. Tidak akan ada pilkada tanpa pemilih, penyelenggara dan peserta.

Afif juga menuturkan bahwa Bawaslu memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan sosialisasi.

“Kita akan memanfaatkan yang sudah ada. Jagongan dengan santai ini juga bagian dari cara Bawaslu untuk menyampaikan pesan kepada pemilih, ” tambahnya.

Pria kelahiran Sidoarjo ini juga mengibaratkan sosialisasi pengawasan partisipatif sebagaimana luasnya samudra merujuk banyaknya model dan inovasi yang bisa dilakukan.

“Kalau kita mengajak tolak politik uang, maka bisa jadi akan lebih sampai penyampaiannya oleh kiai daripada Bawaslu. Maka untuk itulah, kita ajak para kiai berpartisipasi dan sosialisasi dalam pilkada,” tambahnya lagi.

Sebagai informasi, lawatan Afif ke Ponorogo adalah serangkaian dari perjalanannya untuk memastikan proses pengawasan pilkada 2020 berjalan baik. Sebelumnya dari Wonogiri Jawa Tengah, untuk selanjutnya ke Kabupaten Trenggalek dan Pacitan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize