Tantangan tahapan pilkada dengan metode tatap muka dan juga menggunakan metode dalam jaringan (daring) adalah sampainya teknis penyelenggaraan yang utuh dari hulu ke hilir. Dari Bawaslu RI sampai ke tingkat Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Apalagi perlu adaptasi baru dengan pengawasan yang akan dilakukan. Demi menjaga SDM tetap berintegritas, Bawaslu Jatim selenggarakan training of of trainer (pelatihan untuk pelatih), sejak tanggal 9-11 Agustus 2020, di Surabaya.

Ketua Bawaslu Jatim, Moh Amin menyampaikan bahwa training of trainer diharapkan bahwa transfer informasi dari Bawaslu RI harus tersampaikan ke tingkat Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Fungsi pelatihan untuk pelatih menurut Amin adalah menjaga keutuhan informasi dari Bawaslu RI sampai ke PTPS.

“Perlu kesinambungan dalam menjaga keutuhan informasi antara teknis yang disampaikan oleh Bawaslu RI, sampai dengan tingkat pengawas tempat pemungutan suara. Untuk itulah kami memandang perlu untuk melatih para pelatih yang nantinya diharapkan akan memberikan pemahaman sampai ke pengawas ad hoc,” tuturnya, di hadapan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, 11 Agustus 2020.

Sebagai Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Amin mengingatkan agar pengawas pemilu terus menjaga integritas dan kesehatan. Karena bagi Amin, kunci kerja pengawasan Bawaslu berasal dari SDM yang memiliki integritas yang baik.

“Mari kita terus selalu meningkatkan integritas kita dan terus selalu waspada dalam menjaga Kesehatan. Kita juga perlu menjaga keharmonisan dengan penyelenggara yang lain,” pungkas Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize