Di tengah tahapan Pilkada, Bawaslu Jawa Timur bertemu dengan Kapolda Jatim untuk memastikan Pilkada berjalan dengan aman, damai, sejuk dan sehat. Pertemuan berlangsung di Lantai 2 Tribata Polda Jatim berlangsung sekitar satu jam. Apa saja yang dibahas? Berikut liputannya.

Setelah shalat jum’at (03/07), rombongan Bawaslu Jatim meluncur dari Tanggulangin 03 Surabaya ke jalan Ahmad Yani dengan jadwal melakukan audiensi kesiapan penyelenggaraan Pilkada untuk 19 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

Pimpinan Bawaslu Jatim yang terdiri dari Moh Amin, Eka Rahmawati, Aang Kunaifi, Muh Ikhwanudin Alfianto, dan Sapni Syahril diterima langsung oleh Kapolda Jatim, Mohammad Fadil Imran dan sejumlah pejabat dilingkungan Polda Jatim.

Pria yang akrab disapa Fadil tampak memakai baju putih menyambut dengan ramah kedatangan Bawaslu Jatim.

“Kami termasuk baru di Jatim. Baru 50 hari. Kami rencananya juga akan ke kantor Bawaslu. Koordinasi kesiapan Pilkada tahun 2020. Tetapi karena pandemi, akhirnya jadwalnya menyesuaikan,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pada tanggal 07 Juli akan mengadakan Rapat Koordinasi tentang pengamanan tahapan Pilkada. “Rencana tanggal 07 Juli ini kami akan mengadakan rapat koordinasi untuk pengamanan tahapan dengan mengundang Bawaslu, KPU dan Kapolres,” terangnya.

Gayung bersambut, Fadil langsung memberikan kesempatan kepada Bawaslu Jatim untuk menyampaikan perihal kesiapan Pilkada tahun 2020.

Tahapan Pilkada Protokol Covid-19

Ketua Bawaslu Jatim, Moh Amin menyampaikan telah mengaktifkan pengawas ad hoc.“ Alhamdulillah semua pangawas ad hoc sudah kembali aktif. Tidak ada yang mengundurkan diri karena alasan Covid-19,” ujarnya.

Amin melanjutkan, bahwa pilkada di tengah pandemi membuat pengawas pemilu tidak hanya mengawasi tahapan sebagaimana biasa. Tetapi juga mengawasi tahapan sesuai dengan protokol Covid-19.

“ Kami juga mengawasi non elektoral. Seperti Protokol Covid-19. Jadi kalau ada penyelenggara yang tidak menggunakan Protokol Covid-19 dalam tahapan, maka kami akan melakukan pengawasan dengan bijaksana,” tuturnya.

Amin berharap, bahwa di tengah tahapan yang berlangsung, ada dukungan dari Polda untuk juga turut mengingatkan penyelenggara bila ada yang tidak menggunakan Protokol Covid-19.

“Kami berharap untuk saling memberi dan menerima informasi, dan memberi dan menerima saran untuk Pilkada yang berkualitas,” tambahnya.

Potensi Masalah dalam Verifikasi Dukungan Calon Perseorangan

Pada sisi lain, Aang Kunaifi yang juga hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa tahapan Pilkada sedang berlangsung pengawasan dukungan calon perseorangan. “ Ada 6 daerah yang sedang melakukan pengawasan calon perseorangan,” terang Aang

Pimpinan termuda ini juga menyampaikan bahwa dalam dimensi kontestasi ada oknum Aparatur Sipil Negara dan TNI/Polri yang maju dalam calon perseorangan. “ Masalah netralitas ASN dalam Pilkada tahun 2020 juga menjadi bagian dari pengawasan kami,” tambahnya.

Selain itu, Aang juga menyebut, tantangan Pilkada adalah logistik. Menurutnya ada beberapa daerah yang aksesnya sulit. Hal ini tentu membutuhkan bantuan dari Polda untuk mengawal sampainya logistik dalam Pilkada.

“ Daerah seperti Sumenep dan Pacitan itu medannya cukup sulit. Tentu kami berharap, aparat kepolisian dapat membantu sampaikan logistik dalam Pilkada,” ujarnya.

Aktivasi Gakkumdu

Bawaslu Jatim juga membahas tentang Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Muh Ikhwanudian Alfianto menyampaikan bahwa ingin segera mengaktifkan Gakkumdu sebagai upaya penegakan pidana pemilihan.

“ Gakkumdu akan kembali diaktifkan. Pernah mau diaktifkan, tapi tidak jadi karena tahapan ditunda. sekarang ingin kami aktifkan lagi,” terangnya.

Pidana pemilihan, menurut Ikhwan bisa terjadi dalam verifikasi dukungan calon perseorangan. Yakni ketika ada calon yang menyertakan tanda dukungan seseorang, tetapi ternyata yang memiliki Kartu Tanda Penduduk merasa tidak mendukung.

“ Untuk itulah, kami memandang perlu segera mengaktifkan lagi Gakkumdu,” terangnya.

Ikhtiar Kapolda untuk Pilkada

Selepas penyampaian kesiapan Pilkada 2020 dari Bawaslu Jatim, Fadil memberikan jawaban yang singkat, padat dan langsung memberikan tugas kepada sejumlah pejabat dilingkungan Polda Jatim.

Kapolda langsung menunjuk Direktur Reserse Kriminal Umum untuk segera menyiapkan tentang pengaktifan kembali Gakkumdu dengan segera mengirim telegram ke Kapolres se-Jawa Timur. Berkenaan dengan pengamanan secara fisik Kapolda menunjuk Kabag Ops. Sementara untuk netralitas Polri, ia menugaskan Propam. Bahkan, kapolda memberikan arahan untuk patroli cyber.

“ Patroli Cyber ini juga perlu diaktifkan lagi. Karena Pilkada sudah berlangsung. Jangan sampai ada pembunuhan karakter salah satu calon,” tukasnya.

Fadil merespon baik kedatangan Bawaslu Jatim. Ia mengaku akan segera membuat jadwal untuk berkunjung ke kantor Bawaslu Jatim. “ Segera akan kami jadwalkan untuk juga berkunjung ke Kantor Bawaslu Jatim,” pungkasnya sambil tersenyum ramah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize