Sejak 21 April 2020, Bawaslu Jatim meluncurkan ruang laktasi yang ramah anak dan perempuan. Ruang itu ingin menjawab kebutuhan perempuan yang baru melahirkan dan bekerja di ruang publik. Apa guna dan manfaat yang dirasakan? Berikut liputannya.

Namanya Istiqomah, staf Bawaslu Jatim yang juga istiqomah atau konsisten memanfaatkan ruang laktasi yang ada di Kantor Bawaslu se-Jawa Timur. Ruangan ramah anak dan perempuan itu kini bisa dijumpai di 39 kantor Bawaslu di Jawa Timur.

“Saya sangat terfasilitasi di Bawaslu Jatim maupun di Kabupaten/Kota . Saya pernah memanfaatkan ruang laktasi di Malang dan Kediri”, ungkap Isti.

Ia memang salah satu pegawai perempuan yang baru memiliki bayi kecil dan membutuhkan asi ekslusif. Bagi Isti, tak perlu mewah, yang penting nyaman. Menurutnya ruang laktasi di Bawaslu Jatim sudah nyaman.

“Fasilitas ruang laktasi cukup nyaman dan mempermudah bagi saya untuk aktif memberi ASI. Dari mulai memerah, pumping, menyimpan hingga ASIP (Air Susu Ibu Perah) siap dibawa pulang”, terangnya lagi.

Tantangan perempuan yang baru memiliki bayi bekerja di ruang publik adalah harus membagi perhatian terhadap bayi yang harus juga dipenuhi hak-haknya. Berkat ruang laktasi, tanggung jawab Isti dapat ditunaikan dengan baik.

“Saya bersyukur dengan adanya ruang laktasi di tempat saya bekerja karena saya tidak perlu repot cari tempat untuk pumping susu atau menahan diri untuk tidak memerah, karena itu bikin tubuh jadi sakit. Fasilitas ruang laktasi berkontribusi terhadap kelangsungan dan kesejahteraan perempuan dalam bekerja dan memenuhi nutrisi anak”, tambahnya.

Bagi Isti, ruang laktasi adalah kebijakan penting yang berhasil diwujudkan di Bawaslu se-Jawa Timur. Kebijakan ruang laktasi, masih menurut Isti penuh niat baik dan mulia.

“Saya berterimakasih kepada pemangku kebijakan yang berkat jerih payahnya kini ada ruang laktasi. Semoga Tuhan membalas kebaikan mereka berlipat ganda”, terang Isti dengan berkaca-kaca

Kini Istiqomah dengan bayinya yang baru berusia 8 bulan bisa fokus bekerja tanpa khawatir anaknya tak mendapatkan ASI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize