Pengawas pemilu memiliki beban kerja tinggi, rentan stres, kontak fisik dengan orang lain dalam pengawasan melekat mengandaikan perlunya mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Masalahnya tidak semua suplemen cocok untuk tubuh kita dan tidak sembarang waktu mengonsumsinya. Dosen Fakultas Farmasi Universitas Brawijaya, Nurus Sobah menjelaskan bahwa ada waktu tertentu untuk mengonsumsi suplemen.

Baginya, suplemen bisa dikonsumsi saat tubuh tidak mendapatkan asupan vitamin dalam jumlah yang cukup dari makanan yang dikonsumsi, memiliki aktivitas yang cukup tinggi khususnya pekerja lapangan dan memiliki sistem tubuh yang lemah karena adanya penyakit tertentu.

“Pengawas pemilu yang bekerja di lapangan memang perlu mengonsumsi suplemen untuk menguatkan sistem imunnya,” paparnya dalam Diskusi Daring Tips dan Trik Sehat Mengawasi Pilkada, Bawaslu Jatim, Senin 27 Juli 2020.

Jenis suplemen, menurut Nurus Sobah, ada yang berbentuk multivitamin dan mineral, adapula yang berbentuk nonvitamin nonmineral

“Multivitamin adalah suplemen yang mengandung 3 atau lebih jenis vitamin dan mineral. Seperti vitamin A, B, C, D, E, K, zat besi, copper, zink, kalsium, magnesium, selenium. Sementara nonvitamin dan nonmineral seperti minyak ikan, probiotic, echinacea (imunomodulator). Dimana Imunomodulator berfungsi untuk mengaktivasi sel imun sehingga ketahanan tubuh diharapkan meningkat, ” tambahnya lagi.

Tidak sembarang waktu, perlu kehati-hatian dalam mengonsumsi suplemen. Menurut Alumni UI dan Unair ini, saat mengonsumsi suplemen perlu dilihat kondisi tubuh, baca brosur, kandungan, jumlah dan bahan tambahan lainnya, teregistrasi di BPOM, dan mengecek tanggal kadaluarsa.

Kepada penyelenggara pemilu se-Jawa Timur, Apoteker yang masih jomblo ini merekomendasikan untuk
mengonsumsi multivitamin hanya jika benar-benar dibutuhkan. Bahkan menurutnya multivitamin immunomodulator (echnacea) tidak dianjurkan untuk dikonsumsi sehari-hari.

“Pilih multivitamin sesuai kebutuhan. Vitamin yang mengandung vitamin D dan vitamin C terbukti dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh. Tetapi hati-hati penggunaan vitamin D pada kondisi kadar kalsium dalam darah tinggi. Konsultasikan kebutuhan multivitamin dan mineral dengan dokter atau ahli gizi. Ada jeda penggunaan multivitamin dengan obat-obatan lain minimal 2-4 jam. Yang jelas, multivitamin bukan pengganti obat,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize