Ketua Bawaslu Jatim, Moh Amin, menyampaikan perlunya terus membangun optimisme melaksanakan pilkada di tengah pandemi. Tantangan yang dihadapi adalah perlunya menjamin kedaulatan rakyat dan kesehatan masyarakat. Hal itu Amin sampaikan dihadapan Civitas akademik Universitas Bhayangkara, Selasa, 21 Juli 2020.

“Pilihannya adalah optimis. Wabah ini tidak bisa diprediksi akhirnya. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Kita harus bisa melaksanakan pilkada dengan tetap menjaga keselamatan masyarakat,” tutur Amin.

Pria asal Sumenep ini mengakui bahwa tantangan pilkada bertambah berat. Mulai dari adanya kekhawatiran degradasi kualitas penyelenggaraan, problem anggaran, penegakan hukum, dan partisipasi masyarakat.

“Kita melaksanakan pilkada dalam suasana normal saja tantangannya besar. Sekarang kita akan melaksanakan pilkada dalam suasana pandemi. Perlu adaptasi kebiasaan baru dengan protokol kesehatan,” tutur Amin.

Secara terperinci, Amin menjabarkan bahwa tantangan pilkada tahun 2020 adalah adanya potensi penyalahgunaan kekuasaan dalam pemberian bansos, merebaknya politik uang karena kondisi ekonomi dan jangka waktu penyusunan regulasi yang terbatas.

“Kita tidak memiliki pengalaman dalam mengawasi pilkada di tengah pandemi. Tetapi Bawaslu akan tetap berusaha maksimal untuk menjalankan tugas dan fungsinya,” tuturnya.

Amin juga mengajak mahasiswa Universitas Bhayangkara untuk turut berpartisipasi mengawasi pilkada.

“Jangan sampai karena pandemi mengendorkan spirit kita dalam mengawasi pilkada. Tetap memakai masker sebagai simbol kita patuh dengan protokol Kesehatan,” pungkas Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize