Politik uang menjadi benalu dalam pemilu. Strategi dan taktik untuk menekan kuasa uang terus dilakukan. Ketua Bawaslu Jatim, Moh Amin menyebut diperlukan transformasi sosial untuk melawan politik uang.

Amin menyebut bahwa setiap perubahan bisa terjadi karena adanya ide besar, tokoh besar, dan juga gerakkan massa yang besar. Hal ini` ia sampaikan dalam Webkusi ke-09 dengan Peserta Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif dari Tulungagung, Trenggalek dan Pasuruan, Jumat (12/06)

Bagi Amin, perubahan sosial untuk bisa melawan politik uang mendesak untuk dilakukan. Karena tantangan politik uang juga semakin besar dalam setiap pemilihan.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kasus pilkada Tulungangung tentang keterpilihan calon yang kena operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini membuktikan bahwa masyarakat pemilih tulungagung masih permisif terhadap politik uang,” terang Amin.

Kondisi masyarakat yang permisif terhadap politik uang, membuat Bawaslu juga melakukan pencegahan semaksimal mungkin saat hari tenang untuk memutus dan mempersempit pergerakan politik uang.

“Kami melakukan pengawasan saat hari tenang untuk memastikan bahwa pergerakan politik uang menjadi sempit,” tambah Amin

Meski demikian, Amin menyampaikan bahwa generasi muda yang terlibat dalam SKPP juga harus melakukan aksi kongkret untuk melawan politik uang. Di mulai dari sendiri dan juga dalam lingkungan keluarga.

“ Mulai dari diri sendiri untuk menolak politik uang. Lalu ajak keluarga agar tidak menerima politik uang,” pungkas Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize