Rabu (24/06) Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar saat mengunjungi Bawaslu Ngawi menilai bahwa pelaksanaan Pilkada dengan Protokol Covid-19 akan melahirkan ribuan saran perbaikan. Hal ini mengingat bahwa Bawaslu juga akan mengawasi jalannya tahapan sesuai dengan protokol Covid-19

Bagi Fritz, bahwa bila terdapat tahapan tanpa menerapkan protokol kesehatan, maka Bawaslu akan memberikan saran perbaikan. Namun bila tidak dilaksanakan, maka berpotensi menjadi pelanggaran administrasi.

“Kalau ada peserta yang tidak mengikuti protokol Covid-19, maka bisa tidak diikutkan dalam tahapan berikutnya. Kalau ada penyelenggara yang tidak menerapkan protokol Covid-19, maka kita beri saran perbaikan. Termasuk juga kita pertimbangkan untuk apakah masuk dalam pelanggaran administrasi,” jelasnya

Kedatangan Fritz ke Ngawi dalam rangka untuk melihat kesiapan dan kesehatan dari pengawas pemilu. Ia mendorong agar pengawas pemilu tetap berintegritas dan memiliki keberanian untuk mengawasi tahapan di tengah pandemi. Hal ini dalam rangka untuk menaikkan partisipasi pemilih.

“Penyelenggara harus berani. Jangan takut dan ragu ragu. Kalau penyelenggara sudah berani, ini akan menaikkan partisipasi pemilih,” jelasnya.

Fritz juga berdiskusi dengan Bawaslu Ngawi mengurai kesiapan Alat Pelindung Diri (APD), kondisi Panwascam dan tensi pilkada Ngawi. Ia berharap pengawas pemilu di Ngawi tetap sehat dan maksimal dalam kinerja pengawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize