Membangun Pilkada yang terbuka, mengelola harapan dan keinginan serta meneguhkan kepercayaan masyarakat merupakan tujuan jangka panjang yang hendak diwujudkan oleh Humas Bawaslu.

Tenaga Ahli Bawaslu RI, Sulastio menyampaikan agar Bawaslu se-Jatim memaksimalkan fungsi kehumasan dalam Pilkada di tengah pademi. Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Daring Optimalisasi Peran dan Fungsi Kehumasan Bawaslu Tahun 2020, Jumat (19/06)

Bagi Sulastio, Humas di Bawaslu harus menepis tudingan negatif bahwa Pilkada di tengah pandemi akan mengurangi kualitas dan hasil dari demokrasi.

“Sebagai bagian dari penyelenggara pemilu, kita optimis tetap bisa menjaga kualitas Pilkada. Kita harus meyakinkan masyarakat agar tingkat partisipasi semakin baik,” tuturnya.

Bagi Sulastio, posisi humas adalah telinga dan suara dari Bawaslu. Sebagai telinga, maka Bawaslu perlu menerima informasi dari masyarakat, cermat dalam merespon keinginan dan membangun kepercayaan terhadap masyarakat.

Sementara sebagai suara dari Bawaslu, lanjut Sulastio, maka Humas perlu untuk mengenalkan program Bawaslu, menguatkan citra lembaga dan menyampaikan informasi lewat media sosial.

Sulastio menargetkan pada tahun 2020, Humas Bawaslu RI akan menguatkan sinergi dengan Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota, memberikan layanan infomasi yang optimal dan membangun jaringan dengan lembaga lain.

“ Kita akan menguatkan Provinsi dan Kabupaten/Kota agar mampu bersinergi dengan Humas Bawaslu RI. Lalu mengimplementasikan dengan baik Perbawaslu 10/2019 dan Perki 1/2019 se-Indonesia, dan membangun kerja sama untuk mendukung tugas dan kewenangan Bawaslu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize