Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar menyampaikan bahwa dalam sejarah perhelatan Pemilu di Indonesia belum pernah Pilkada dilakukan dalam kondisi darurat. Namun demikian, Fritz meyakini pengawas Pemilu akan mampu mengawasi Pilkada dalam situasi covid-19.

“Dalam dunia kepemiluan tidak pernah didesain dalam kondisi darurat. Sekarang kita harus melakukannya. Belum pernah terbayangkan kita melakukan pemilihan dalam situasi covid-19”, tuturnya secara daring.

Menurut Fritz, dalam kondisi pandemi setiap orang pasti gelisah dan gundah. Namun kegelisahan tersebut tidak perlu dijadikan penghalang untuk produktif.

“Semua kegundahan, kegelisahan dan keresahaan itu kita rasakan. Tetapi jangan sampai kita tidak produktif”, tambahnya.

Fritz menilai dalam situasi mendesak akan banyak ide baru yang muncul. “Percayalah kita akan dimampukan. Pilkada lanjutkan bagian dari tanggung jawab. Kalau kita terdesak, kita akan muncul ide baru,” pungkas Fritz.

Lazimnya tradisi halal bi halal, Fritz juga menyampaikan mohon maaf lahir batin kepada seluruh pengawas pemilu se-Jawa Timur yang dilakukan secara daring.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize