Ketua Bawaslu Jawa Timur, Moh Amin mengajak Panwas ad hoc Pacitan mulai membiasakan diri dengan Protokol Covid-19. Hal ini mengingat bahwa tahapan Pilkada yang akan dimulai pada 15 Juni 2020 dijalankan sesuai dengan Protokol Covid-19. Hal ini ia sampaikan dalam Halal Bi Halal dan Persiapan Pilkada Lanjutan bersama Bawaslu Pacitan, Kamis (04/06)

Bagi Amin, memakai masker bukan hanya tentang cara untuk terhindar dari virus. Namun juga sebagai simbolisasi bahwa pengawas Pemilu benar-benar memberikan contoh yang baik bagi pemilih. Termasuk juga dengan menjaga jarak saat rapat di internal Panwas ad hoc.

“Memakai masker dan jaga jarak saat beraktivitas di kantor itu harus dibiasakan oleh Panwas ad hoc di Pacitan. Apalagi dengan mengapload foto kegiatan di media sosial. Jaga jarak dan memakai masker”, jelas Amin.

Tidak hanya itu, Amin juga mendorong Panwas ad hoc untuk mulai meningkatkan kapasitas dalam menggunakan teknologi. Karena menurut Amin, ke depan kegiatan penguatan Sumber Daya Manusia akan dilakukan secara daring dan teknis pengawasan juga sebagian dilakukan secara daring.

“Harus mulai meningkatkan kapasitas dalam beradaptasi dengan teknologi. Kita akan menyesuaikan kegiatan kita sesuai dengan situasi pandemi”, ungkap Amin.

Alumni UIN Sunan Ampel Surabaya ini juga berpesan agar terus melakukan komunikasi dengan stakeholder yang ada di Pacitan. Mengingat menurut Amin bahwa penyelenggaraan Pilkada tidak bisa hanya dilakukan oleh pengawas Pemilu saja, tetapi juga akan membutuhkan kerja sama dengan pihak lain.

“Sudah harus menjalin komunikasi dengan kepolisian, TNI, dan pihak terkait. Yang tidak boleh dilupakan adalah komunikasi dengan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Pacitan. Karena kita menjalankan pengawasan dengan Protokol Covid-19”, pungkas Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize