Selamat datang Peserta Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Daring se-Jawa Timur. Selamat telah terpilih dan lolos untuk mengikuti rangkaian SKPP. Kira-kira demikian Ketua Bawaslu Jatim, Moh Amin menyambut peserta dalam pembukaan SKPP hari ini. Apa dan bagaimana SKPP daring Bawaslu? Berikut liputannya.

Bawaslu Jatim telah resmi membuka SKPP daring hari ini, 2 Mei 2020 bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Ketua Bawaslu Jatim menyebut, bukan suatu kebetulan belaka saat SKPP dibuka bersamaan dengan hardiknas. “Kita akan mengambil ghirah dari pendidikan nasional”, terang Amin via online.

Magister Pendidikan Islam tersebut juga memberikan makna tersendiri tentang pendidikan dan proses demokrasi. Bagi Amin, pendidikan adalah proses pendewasan. Dari tidak dewasa menuju dewasa. Sebagaimana halnya dengan demokrasi. Dari sebelumnya yang belum memahami demokrasi, ke arah pemahaman demokrasi.

“Ibarat dengan padi, semakin lama kian menunduk. Tambah dewasa. Termasuk juga proses kita dalam berdemokrasi”, tambahnya.

Amin berharap bahwa peserta SKPP memiliki komunitas, organisasi dan lembaga. Ilmu-ilmu yang didapat dalam SKPP diharapkan juga ditularkan kepada lingkungan sosialnya. “Dengan menularkan ilmu tentang pengawasan ini, kita akan semakin bermanfaat terhadap sekitar kita dan demokrasi”, tambahnya.

Tahapan SKPP

Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan Hubungan AntarLembaga, Nur Elya Anggraini yang menjadi penanggung-jawab dari Bawaslu Jatim untuk SKPP Daring menjelaskan tentang sejumlah tahapan yang harus dilalui oleh peserta agar bisa lulus.
“Nanti setiap peserta harus mengikuti E-Learning, Webkusi, dan ujian online”, ujarnya via online.

Dalam E-Learning menurut Ely, Bawaslu telah menyediakan sejumlah materi dalam bentuk audio visual dengan 9 topik besar. Setiap peserta harus benar-benar menyimak terhadap materi yang disampaikan. Tahapan ini akan berlangsung dari tanggal 5 sampai 30 Mei 2020.

“Kami akan kembali melakukan seleksi tentang peserta yang benar-benar mengikuti atau tidak. Karena diakhir ada ujiannya. Nanti akan kami seleksi yang lolos atau tidak untuk tahapan selanjutnya”, ungkapnya.

Tahapan selanjutnya adalah dengan mengikuti Webkusi antara pemateri dengan peserta. Hal ini untuk menjawab setiap pertanyaan peserta selama E-Learning. Tahapan ini akan dilaksanakan pada tanggal 1-15 Juni 2020. “Nanti tahapan ini akan diisi oleh Bawaslu Provinsi dan dibantu oleh Kabupaten/Kota untuk saling sharing tentang materi yang telah dijelaskan dalam E-Learning”, tambah Ely

Pada bagian akhir, Bawaslu akan mengadakan ujian online. Menurut Ely, Bawaslu telah menentukan standar kelulusan minimal peserta. “Semua sistem online telah dibangun oleh Bawaslu RI. Saya kira peserta akan mendapatkan banyak ilmu yang barangkali tidak akan didapatkan dibangku kuliah atau di tempat kerja”, terangnya.

Tidak hanya itu saja, Bawaslu Jatim telah membangun gedung sekolah virtual. Tempat banyak referensi tambahan bisa dibaca oleh peserta SKPP. Baik itu yang berbentuk audio visual maupun yang berbentuk buku, buletin, atau pendukung lainnya seabagai tambahan asupan pengetahuan terhadap peserta.

“Silahkan bisa dikunjungi website resmi Bawaslu Jatim. Ada banyak produk yang telah diterbitkan oleh Bawaslu Jatim dan bisa dinikmati oleh peserta untuk memaksimalkan proses belajar dalam SKPP. Saya sampakan selamat datang dan selamat bergabung di Bawaslu”, pungkas Ely.

Pembukaan berlangsung secara online dengan menggunakan aplikasi Zoom untuk Pengawas Pemilu se-Jawa Timur, akun youtube dan instagram untuk peserta. Dalam pantauan, setidaknya pembukaan tadi diikuti oleh 2000 peserta secara online.

Sebagai informasi, bahwa jumlah peserta SKPP seluruh Indonesia adalah 20.665. Sementara untuk Jawa Timur terdiri dari 2.464 peserta. Rata-rata pendaftar berusia antara 20-24 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize