Sahabat

Kehidupan ini laksana hamparan samudera
Kita arungi dan selami bersama
Mencari sebongkah mutiara dan merasakan asinnya laut kehidupan

Sahabat kehidupan ini laksana persawahan
Memanennya itu tentang bagaimana kesabaran menanam benih dilalui dan merawatnya
Itulah makna dari setiap perjumpaan kita
Dan kebersamaan selama ini.

Sahabat
Ketika rindu kutiupkan di angin, ia akan berhembus dengan lembut
Ketika rindu kuletakkan di air, ia akan mengalir dan memancar kejernihan yang menyejukkan
Ketika rinduku ku amanatkan di tanah
Ia tumbuh dan subur berbuah kebaikan

Sahabat
Kami mencintai semua karena Tuhan
Dan memberipun tanpa dipinta
Melindungi juga menguatkan
Srikandi Bawaslu selalu menyayangimu

Puisi yang digubah dan dibacakan oleh Nuryati Solapari, Srikandi Bawaslu Provinsi Banten itu menjadi pembuka acara “Lepas Pisah Ketua Bawaslu Kalimantan Utara, Andi Siti Nurhayati”. Suasana haru, nostalgik dan penuh keakraban terjalin sepanjang perpisahan virtual berlangsung.

Andi Siti Nurhayati, sejak 2015 terpilih dan didapuk menjadi Ketua Bawaslu pada provinsi termuda di Indonesia tersebut, sekaligus mengampu Divisi Pengawasan. Pada 30 April 2020 lalu, dia harus mengakhiri masa jabatannya.

Dalam benak sahabat-sahabatnya, Andi dikenal sebagai orang yang ramah, mudah diajak komunikasi, tomboy sekaligus feminim. Siti Khofifah atau yang karib disapa Opie misalnya. Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta itu mengungkapkan kesan yang paling diingat tentang Andi.

“Pertama kali saya mengenali Kak Andi ini sebagai orang yang tomboy, tapi kesan itu tiba-tiba lenyap sewaktu Kak Andi mengikatkan tali pita ke tangan saya. Oh, ternyata perempuan tomboy ini juga bisa akrab dengan pita-pita,” kata Opie mengenang.

Zatriawati, srikandi Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah mengingat pertama kali moment bersama Andi. “Kita pernah sekamar, Kak. Mungkin Kak Andi lupa. Sebagai anggota Bawaslu yang baru, waktu itu saya banyak tanya ke Kak Andi. Dan di situ saya tahu kalau Kak Andi mudah dan enak diajak komunikasi,” ungkapnya.

Eka Rahmawati, srikandi Bawaslu Provinsi Jawa Timur mendoakan Andi supaya sukses di ruang karya yang baru. “Saya siapkan pelukan paling hangat kalau Kak Andi ke Surabaya karena saya tahu Kak Andi punya saudara di sini,” katanya.

Ratna Dewi Pettalolo, Anggota Bawaslu RI, secara khusus mengucapkan terimakasih dan bangga karena Andi Siti Nurhayati telah menyelesaikan amanahnya dengan husnul khotimah. Tidak ada catatan buruk dalam perjalanannya memimpin Bawaslu Kalimantan Utara.

“Silaturahmi dan komunikasi dalam wadah apapun harus tetap kita jaga. Keberadaan Bu Andi dengan pemikiran, pengetahuan dan pengalamannya tetap kita butuhkan,” kata Dewi.

Dewi kemudian mengingatkan bahwa jabatan tidak pernah kekal. Ia bersifat sementara dan akan berakhir. “Kita juga akan seperti Bu Andi. Tinggal tunggu waktu. Karena itu, sepanjang diberi amanah mari kita berikan yang terbaik,” ucapnya.

Sementara Andi Siti Nurhayati sendiri merasa Bawaslu bukan hanya sebagai lembaga penyelenggara pemilu. Baginya, semua anggota Bawaslu sudah menjadi seperti keluarga. “Interaksi selama di Bawaslu ternyata menguatkan ikatan batin kita. Saya menjadi punya banyak saudara dan itu saya rasakan betul sampai sekarang,” tuturnya.

Yang Andi syukuri dari perjalannya memimpin Bawaslu Kalimantan Utara, ia tidak pernah menuai protes dari masyarakat dan tidak ada catatan buruk yang ditandai. “Yang membuat saya bangga, perjuangan berat selama 5 tahun ini bisa saya lalui dengan baik. Sedih iya, terharu iya, bangga juga iya. Menjadi bagian dari keluarga besar Bawaslu itu penuh warna,” terangnya.

Di akhir jumpa, Andi meminta maaf dan berterimakasih atas dukungan dan kesalingan yang selama ini terjalin dengan baik. Ia berjanji akan menjaga komunikasi dengan seluruh keluarga besar Bawaslu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize