Bawaslu Pamekasan melakukan refleksi Pemilu 2019 dengan mengundang Komisi Pemilihan Umum Pamekasan, selasa 05 Mei 2020. Dengan ditayangkan secara live di instagram, Ketua Bawaslu Pamekasan, Abdullah Saidi menyampaikan refleksi tentang Pemilu yang telah digelar pada 17 April 2019 lalu.

Menurut Saidi, Pemilu tahun 2019 lalu ada catatan yang harus diperbaiki. Ia menyoroti tentang adanya penggelembungan suara oleh pihak-pihak yang merusak demokrasi. Ia menilai bahwa Pemilu ke depan untuk benar-benar memastikan penyelenggara Pemilu ad hoc yang memiliki integritas.

“Catatan ini harus kita perbaiki ke depan. Kita harus benar-benar memastikan agar penyelenggara Pemilu di tingkat ad hoc adalah yang kuat secara integritas. Tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Soalnya tingkat gesekan Pemilu cukup kuat”, terang Saidi.

Sebagai bentuk perbaikan demorkasi ke depan, Saidi mengungkapkan bahwa pihaknya terus mengedukasi masyarakat dengan melakukan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) yang kini digelar secara daring.

Sementara itu Ketua KPU Pamekasan, Mohammad Halili menilai bahwa Pemilu 2019 dapat dikatakan telah berjalan dengan sukses. Hal ini bisa dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat yang mencapai 91 persen. Menurutnya tingkat partisipasi yang tinggi ini merupakan indikator dari suksesnya penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 di Pamekasan.

“Memang ada sejumlah catatan yang harus kita perbaiki. Beban kerja Pemilu kemarin melampaui kapasitas penyelenggara. Kita mencatat ada 3 orang ketugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) meninggal di pamekasan”, terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize