Apapun sarana yang digunakan, Bawaslu Jatim terus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan. Belum cukup dengan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) Daring, kali ini Bawaslu Jatim melakukan Goes to Campus secara daring pula. Yang dimasuki adalah kelompok mahasiswa. Materi yang disampaikan berkenaan pengawasan partisipatif.

Selasa lalu (05/05), Bawaslu Jatim telah selesai mengunjungi via daring mahasiswa di STKIP Bangkalan dan INSTIKA-IST Annuqayah Sumenep. Lewat media daring, Nur Elya Anggraini, Koordinator Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jatim, mengisi materi kepada mahasiswa dua perguruan tinggi yang ada di Madura tersebut. Di STKIP Bangkalan dilaksanakan sore hari jelang buka puasa. Yang INSTIKA-IST dilaksanakan selepas tarawih.

Tak dinyana, antusiasme peserta cukup tinggi. Para mahasiswa juga memiliki kegelisahan yang sama tentang politik uang, serangan fajar, posisi penyelenggara Pemilu, dan keinginan mengawal Pilkada walau masih belum tahu jalurnya.

“Seru dikusinya. Mereka memiliki kegelisahan yang sama tentang Pilkada. Inilah saatnya kami ajak mereka untuk bersama-sama mengawasi jalannya Pilkada”, terang Ely via online.

Yang menarik, adalah saat salah satu mahasiswa juga bertanya tentang legal standing Bawaslu dalam Pilkada dan kegelisahan bahwa ada permainan elite politik untuk mengontrol dan mempengaruhi penyelenggara Pemilu.

Nur Elya lalu menjawabnya bahwa berdasarkan keputusan MK nomor 48 Panwaslu adalah Bawaslu untuk Pilkada. Selain itu, ia juga menambahkan bahwa penyelenggara Pemilu dituntut untuk berintegritas. Karena Bawaslu sendiri tidak hanya mengawasi pelanggaran administrasi dan pidana saja dari peserta Pemilu. Namun harus menerapkan kode etik yang baik. Karena saat keluar dari kode etik, maka baik Bawaslu maupun KPU akan juga diperiksa oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Makanya tugas kita semua. Terutama mahasiswa untuk mengawasi proses Pilkada. Kalau ada oknum penyelenggara yang melanggar misalkan, ya dilaporkan. Ada pelanggaran administratif dari peserta, ya laporkan”, tambahnya.

Dalam diskusi yang seru dan berlangsung selama dua jam, Ely berharap bahwa mahasiswa mewujudkan perannya sebagai agen perubahan dengan melakukan pengawasan partisipatif dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize