Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin menyampaikan bahwa mewujudkan kesetaraan gender tidak hanya dipahami sebagai perjuangan perempuan. Baginya, kesetaraan gender merupakan perjuangan semua pihak. Hal ini ia sampaikan saat didapuk sebagai keynote speaker dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Bawaslu Jatim bertajuk Diskriminasi Berbasis Gender dalam Praktik Elektoral, Selasa (19/05).

Menurut Afif, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk dipilih, memilih dan menjadi bagian dari penyelenggara pemilu. Cara pandang dan cara berpikir yang sama diperlukan untuk mewujudkan kesetaraan.

“Kesetaraan gender dalam politik adalah tentang cara pandang dan cara berpikir. Bahwa kita sama punya hak yang sama,” terang Afif via daring.

Bawaslu RI sendiri menurut Afif sebenarnya sudah terbuka dan memberikan kesamaan hak kepada siapapun menjadi penyelenggara pemilu. Hanya saja persoalannya pendaftar perempuan di Bawaslu masih minim dibandingkan dengan laki laki.

“Rekrutmen penyelenggara itu bukan hanya asal ada perempuan. Tetapi juga memperhatikan hal teknis dan administrasi. Yang jelas kita memiliki cara pandang sama dan setara antara laki laki dan perempuan. Cara pandang ini yang penting,” tuturnya.

Kabar gembiranya, Afif bercerita bahwa peserta Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) yang kini sedang berlangsung lebih dari 30 persen peminatnya adalah perempuan.

“Dari 20 ribu lebih peserta itu kouta pendaftar perempuan lebih dari 30 persen. Jadi ini menjadi kabar baik untuk kita,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *