Kaka Suminta dari Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) dalam tadarus pengawasan yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI menganalisa bahwa lemahnya kekuatan sipil untuk mengawal demokrasi dikarenakan tidak adanya regenerasi. Kelompok kekuatan sipil yang pada awalnya ada diluar pemerintahan, ternyata pasca reformasi banyak yang masuk ke dalam sistem pemerintahan. Sehingga berakibat pada mulai melemahnya kekuatan sipil.

“Saya melihat bahwa tidak adanya regenerasi dari masyarakat sipil menyebabkan kekuatan di luar pemerintahan menjadi lemah. Banyak aktivis sipil yang kini telah masuk menjadi bagian dari pemerintah sejak reformasi”, terangnya.

Kaka yang saat itu meyoroti tentang peran serta masyarakat dalam mengawal demokrasi menilai kekuatan sipil penting untuk keseimbangan sistem politik agar sistem demokrasi tidak dikuasai oleh oligarki.

Untuk itulah, dalam tadarus tersebut, Kaka mengajak sejumlah aktivis yang ada di kampus, lembaga swadaya masyarakat untuk kembali menguatkan kelompok masyarakat sipil dengan melakukan regenerasi.

“Ditengah pandemi adalah momentum untuk bersatu sebagai bangsa. Saatnya kita bekerja bersama untuk kepentingan demokrasi”, terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize