Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-12, Bawaslu melaunching Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Daring. Kata Abhan, Ketua Bawaslu, ini hal baru. Sejarah baru dalam perjalanan Bawaslu. Belum pernah ada sebelumnya. SKPP Daring menjawab tantangan pengawasan partisipatif di tengah pandemi covid 19.

Kalau kata Fritz Edward Siregar, Koordinator Divisi Hukum, Humas dan Datin, sangat baik bagi siapapun melakukan sesuatu di luar comfort zone (zona nyaman). Bahkan Fritz yakin kualitas SKPP Daring tidak akan kalah baik daripada SKPP tatap muka langsung. Niat baik Bawaslu yang disambut meriah oleh lebih dari 20 ribu lebih calon peserta se-Indonesia ini diyakini akan bertemu dengan kemudahan-kemudahan dalam prosesnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi, sekaligus pengampu dan penanggung jawab SKPP Daring, Mohammad Afifuddin menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang turut serta memeriahkan. “Inovasi dan pengembangan pengawasan partisipatif tetap jalan di tengah pandemi. Kader-kader yang dihasilkan dalam SKPP Daring ini akan menjadi kepanjangan tangan Bawaslu mengawasi pilkada,” terangnya.

Afif berharap kegiatan SKPP Daring dapat menghasilkan kader-kader pengawas partisipatif terbaik. “Benar-benar mampu memunculkan kader yang siap membumikan nilai-nilai pengawasan di Indonesia,” katanya.

Rahmat Bagja, Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa mengingatkan peserta mengikuti dengan disiplin semua program SKPP Daring. “Banyak materi yang akan didapatkan yang tidak akan diperoleh di manapun, termasuk di bangku kuliah,” ujarnya.

Sedangkan Ratna Dewi Pettalolo, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran berharap, esok hari, para alumni SKPP Daring ikut terjun langsung mengawal demokrasi dan menjadi virus-virus pengawas di daerahnya masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize