Barangkali banyak yang penasaran dengan sistem pelaksanaan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) Daring yang akan dilaksanakan oleh Bawaslu. Apalagi jumlah peserta yang mendaftar sudah lebih dari 10.000 orang, yang 1200 di antaranya berasal dari pendaftar di Jawa Timur.

Menurut Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu RI, Moh Afifuddin, pelaksanaan SKPP Daring akan memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi. Bawaslu telah menyiapkan sekitar 200 video tutorial yang dapat diakses oleh peserta.

“Kami telah menyiapkan group besar sebagai wadah peserta. Nanti juga ada video conference yang memungkinkan diskusi dua arah antara peserta dengan pemateri. Ada Q&A (anda bertanya dan kami menjawab), fasilitasi chatting dan komunikasi dengan admin. Selain pre test dan post test pada setiap topik, di akhir materi akan ada ujian akhir online”, terangnya via saluran whatsapp.

SKPP Daring akan dilaksanakan selama lebih kurang 14 hari sesuai dengan kurikulum yang telah disusun matang. Dengan antusiasme peserta yang membludak, maka skrining peserta SKPP Daring ini akan melibatkan Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota.

“Kami akan melibatkan Bawaslu Provinsi dibantu oleh Kabupaten/Kota dalam menyaring peserta untuk memastikan mereka sesuai persyaratan yang telah ditentukan”, tambah Afif.

Sebagai informasi, dua anggota Bawaslu Jatim, yakni Nur Elya Anggraini dan Aang Kunaifi ikut menjadi pemateri. Nur Elya Anggraini akan menjadi pemateri dalam Strategi Kehumasan Kader Pengawas, sementara Aang Kunaifi akan mengampu materi Pengawasan Pemilu dan Pilkada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize