Kerja pengawas Pemilu di tengah penundaan tahapan tak pernah berhenti. Walaupun dilakukan via daring, namun tak mengurangi semangat dari Bawaslu se-Jawa Timur untuk meningkatkan pelayanan informasi publik. Sekitar pukul 10.00 WIB pagi, Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga, Nur Elya Anggraini melakukan Rapat Koordinasi dengan 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur via daring.

Selain melakukan pengecekan terhadap tampilan dan konten laman website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), Nur Elya juga memberikan arahan agar 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur terus mengupdate tentang daftar informasi publik di laman website PPID masing-masing.

“Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi ini tidak hanya menyajikan secara cepat tentang permintaan informasi oleh publik. Kami harap juga terus memberikan update di laman PPID tentang seluruh produksi informasi yang dihasilkan”, ungkapnya, via video conference.

Bagi mantan penyiar radio tersebut, struktur Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi untuk tingkat Kabupaten/Kota segera bisa dibentuk. Mengingat bahwa masyarakat yang memohon informasi membutuhkan pelayanan yang cepat.

“Bawaslu Kabupaten/Kota memang baru permanen. Namun masyarakat tidak akan pernah peduli tentang apakah kita memiliki petugas khusus atau tidak. Yang mereka harapkan adalah informasi yang cepat. Untuk itulah, Bawaslu se-Jawa Timur harus menjawabnya”, terangnya.

Alumni Universitas Jember ini memberikan tenggat akhir pembentukan PPID se-Jawa Timur paling akhir tanggal 5 April 2020.

“Kami tunggu paling akhir tanggal 05 April sudah terbentuk PPID Kabupetan/Kota di seluruh Jawa Timur”, pungkasnya

2 April, 2020

Mantaaffff, walau disaat pandemi Covid-19, Bawaslu Provinsi JawaTimur terus melakukan tugas dan kewenangannya, termasuk Penyelenggaraan Rakor Humas dg Bawaslu Kabupaten Kota se Jawa Timur..
Terus jaya Bawaslu Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize