Ely

Untuk melakukan analisa kritis dalam bentuk publikasi akademik atas berbagai tahapan krusial Pilkada pada tahun 2015-2018, Bawaslu Jatim segera akan melakukan riset. 

Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga, Nur Elya Anggraini menyampaikan bahwa riset yang hendak dilakukan diharapkan menghadirkan evaluasi dan catatan kritis pilkada serentak sehingga nantinya menghasilkan rekomendasi kebijakan demi perbaikan Pilkada selanjutnya.

“Kami akan segera mekakukan riset tentang Pilkada. Akhir April ini kita akan memulai kajiannya. Kami akan melibatkan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dan peneliti dari luar,” terang Ely.

Dalam panduan yang diterbitkan oleh Bawaslu RI, secara umum ada tiga klaster utama yang hendak diteliti. Yakni Evaluasi dan Strategi Kebijakan Pengawasan dan Penyelesaian Sengketa Pemilihan, Strategi Pengawasan Pemilu terhadap Isu-isu Strategis dalam Kepemiluan dan Kelembagaan Pengawas Pemilu.

Masih menurut perempuan kelahiran Bangkalan Madura ini, dari tiga klaster utama tersebut, masih dapat dirinci pada topik yang lebih kecil. Untuk klaster tentang Strategi Kebijakan Pengawasan dan Penyelesaian Sengketa Pemilihan, topik yang hendak diteliti tentang pengawasan terhadap praktik politik uang, laporan dana kampanye, netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), pelanggaran yang Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM) dan Pelaksanaan dan penerapan kewenangan penyelesaian sengketa administrasi dan sengketa proses pemilu melalui mekanisme persidangan sengketa dalam penyelenggaraan Pilkada.

Berkenaan dengan klaster pengawasan pemilu Pemilu terhadap Isu-isu Strategis dalam Kepemiluan, Ely menjabarkan bahwa topik yang diteliti antara lain strategi pengawasan terhadap ujaran kebencian (hate speech and spin), Politisasi SARA, Politisasi identitas, konten di media sosial dan terhadap adanya pasangan calon tunggal dalam Pilkada.

Klaster terakhir adalah tentang kelembagaan Pengawas Pemilu. Yang hendak diteliti adalah evaluasi Rekrutmen Jajaran Pengawas Pemilu Dalam Memperoleh Kualitas Kapasitas, Integritas, dan Kemandirian Sumber Daya Manusia Jajaran Pengawas Pemilu Dalam Penyelenggaraan Pemilu/Pilkada dan Evaluasi Kepuasan Para Pencari Keadilan (Electoral Justice Seekers Satisfaction) dan Pengguna Layanan Jajaran Pengawas Pemilu.

“ Kami harapkan dengan adanya riset ini akan ada perbaikan yang menyeluruh terhadap Pilkada di masa yang akan datang,” pungkas Ely.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize