Rabu (11/03) Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Ratna Dewi Pettalolo mengajak para perempuan di Jawa Timur untuk memerangi politik uang. Karena dalam perhelatan Pilkada yang secara serencak akan digelar pada 23 September 2020, kelompok perempuan menjadi salah satu sasaran dari politik uang.

“Perempuan kerap menjadi sasaran dari politik uang. Untuk itu, ayo terlibat dalam perangi politik uang. Perempuan menjadi penentu demokrasi,” ungkapnya dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif kelompok perempuan Se-Jawa Timur, di Sidoarjo.

Jumlah pemilih perempuan secara nasional menurut Dewi lebih banyak dari jumlah pemilih laki laki. Untuk itu, peran aktif dan keterlibatan perempuan akan menentukan demokrasi. Dewi mengajak para perempuan yang ada di Jawa Timur untuk menyukseskan jalannya demokrasi.

Menurut Dewi ada 4 peran yang bisa dilakukan perempuan untuk mewujudkan Pilkada yang berintegritas. Yakni terlibat dalam regulasi, menjadi pemilih yang cerdas, peserta Pilkada yang berintegritas dan menjadi penyelenggara pemilu yang berintegritas.

“ Ketua DPR kita adalah perempuan. Jadi bisa terlibat dalam membuat regulasi yang peduli terhadap perempuan. Kita yang menjadi pemilih juga harus cerdas untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas,” tambahnya.

Pada kesempatan ini, Dewi juga mengapresiasi Bawaslu Jatim yang telah menginisiasi untuk mengumpulkan para perempuan dengan latar profesi yang beragam. Mulai dari kuli panggul, driver ojek online, nelayan, santri, waranggana dan lain sebagainya.

“ Saya sering hadir dalam acara sosialisasi perempuan. Tetapi baru kali ini yang para perempuannya dari latar belakang yang beragam. Ini tentu berkat Bu Ely (Nur Elya Anggraini, Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga; Red) dan Bu Eka (Eka Rahmawati, Koordinator Divisi Organisasi dan Data Informasi), dua aktivis perempuan di Jawa Timur,” Tuturnya. (tg)

Fotographer : Krisna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize