Sebentar lagi penyelenggara Pemilu akan melaksanakan verifikasi faktual berkas dukungan calon perseorangan. KPU dan Bawaslu akan menjalankan tahapan ini di tengah serangan corona yang semakin hari jumlah kasusnya semakin meningkat. KPU melakukan verifikasi faktual dan Bawaslu mengawasi kegiatan itu.

Sejauh ini belum ada kebijakan penundaan tahapan. Hanya di Kabupaten Kutai Kartanegara yang Pemkabnya meminta KPU setempat agar menunda kegiatan yang melibatkan banyak massa dan menunda kegiatan kunjungan ke daerah terjangkit di sana.

Demi melindungi jajarannya dari covid 19, Bawaslu maupun KPU tampaknya memberlakukan pengaturan ketat. Melalui Surat Edaran bernomor S-0275 tertanggal 20 Maret 2020, Ketua Bawaslu, Abhan meminta seluruh pengawas Pemilu agar sering cuci tangan atau membawa hand sanitizer, tidak melakukan kontak langsung dengan verifikator maupun dengan pemilih.

“Cara salaman bisa diganti dengan salaman siku atau menundukkan badan sambil dengan tangan di dada”, kata Abhan di SE tersebut.

Pengawas Pemilu hingga di level Kelurahan/Desa diminta menjaga jarak 1 meter dengan siapapun saat melaksanakan tugas. Mereka juga perlu memakai masker saat bertugas, terutama jika sedang batuk/flu.

“Jangan lupa sampaikan kepada verifikator agar ikut mencegah persebaran covid 19, terutama saat melakukan verifikasi massif”, demikian Abhan mengingatkan.

Dalam SE tersebut juga diketahui bahwa KPU telah melakukan himbauan serupa kepada jajarannya. Di bawah lindungan Tuhan, doa, masker, hand sanitizer dan social distancing, kita semua berharap penyelenggara Pemilu dapat terbebas dari infeksi corona Wuhan. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *