Barangkali tidak banyak yang memikirkan bagaimana Covid-19 atau yang dikenal public sebagai virus corona bekerja mempengaruhi tahapan pilkada 2020. Tapi tidak bagi Anggota Bawaslu, Mohammad Afifuddin. Saat Rapat Terpumpunan Riset dan Kajian Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2015-2020 di Indonesia di Jakarta, Afif mengingatkan munculnya kerawanan baru tersebut.

Virus yang oleh WHO ditetapkan sebagai pandemik global itu mudah menyebar dan menular dalam situasi massa berkerumun. “Yang penting kita pikirkan, dalam waktu dekat akan ada verifikasi administrasi dan factual dukungan calon perseorangan. Di situ ada perjumpaan fisik antara petugas dan pemilih,” kata Afif menjelaskan titik rawannya.

Sebagaimana dimandatkan oleh undang-undang, Bawaslu berkewajiban mengawasi verifikasi administrasi dan faktual dukungan calon perseorangan. Kegiatan verifikasi tersebut meniscayakan interaksi antara petugas dan masyarakat pendukung. Petugas memastikan dukungan yang disampaikan kepada KPU benar adanya. Bukan berasal dari pemilih yang dilarang (ASN/TNI/Polri), telah cukup syarat (umur), tidak muncul dukungan ganda dan berbagai indicator keabsahan dukungan lainnya.

Dalam interaksi itu, Afif memandang sangat rawan terjadi penularan corona. Karena itu Afif meminta agar jajaran pengawas pemilu menetapkan standar operasional (SOP) verifikasi administrasi dan faktual dukungan calon perseorangan.

“Dari sisi mitigasi, ini adalah tugas kita. Mencegah kerawanan baru ini dengan memunculkan SOP pengawasan verifikasi adminitrasi dan verifikasi faktual,” terangnya.

Yang tidak kalah penting dipikirkan sejak sekarang adalah bagaimana desain kampanye tatap muka, kampanye pertemuan terbatas atau bentuk-bentuk kampanye yang menjadi pusat berkumpulnya masyarakat. “Ini akan jadi problem baru kalau tidak kita antisipasi sejak sekarang. Kita lihat sekolah-sekolah mulai meliburkan siswanya. Itu sebagai respon merebaknya corona,” tutur Afif.

Afif menilai bahwa meluasnya wilayah pandemic corona termasuk kategori kerawanan-kerawanan lain di luar 162 subdimensi yang diriset dalam Indeks Kerawanan (IKP) Pilkada 2020 yang telah dilaunching beberapa waktu lalu. Afif berharap seluruh koordinator divisi pengawasan se-Indonesia bisa mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan dampak tak enak dari virus corona terhadap berlangsungnya tahapan pilkada 2020. (ack)

Fotographer : Krisna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize