Sebagai virus baru yang dinyatakan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO), corona juga tidak luput dari kewaspadaan dan pencegahan persebaran yang akan dilakukan oleh Bawaslu Jatim. Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) dan Hubungan Antar Lembaga (Hubal) Bawaslu Jatim, Nur Elya Anggraini menunda launching Pojok Pengawasan se-Jawa Timur yang sedianya akan dilakukan secara serentak pada 1 April 2020.

“Bapak/Ibu yang terhormat melihat perkembangan dan situasi belakangan, launching serentak pojok pengawasan di Jawa Timur yang sedianya akan dilaksanakan pada 1 april 2020, akan kita tunda dulu sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” ungkapnya via Whatsapp Group, 14 Maret 2020

Sehari setelahnya (15/03), sambil menunggu Surat Edaran dari Bawaslu RI, perempuan yang akrab dipanggil Ely itu akan me-lockdown kegiatan divisinya dan akan fokus pada kegiatan internal.

“Kita tidak pernah tahu lalu lintas dan riwayat perjalanan dan kontak seseorang. Mungkin kita merasa aman. Tetapi kalau ada di kerumunan massa, tidak bisa prediksi kita bersentuhan dengan siapa saja. Karena persebaran coronan bisa lewat kontak antar seseorang,” lanjutnya.

Masih menurut Ely, beberapa Bawaslu kabupaten/kota juga telah menunda kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif yang melibatkan kerumunan massa, seperti di acara CFD.

Menurutnya, dengan kondisi persebaran corona seperti saat ini, untuk kegiatan sosialisasi yang paling memungkinkan bisa dilakukan adalah lewat media sosial,

“Jadi kami akan maksimalkan di media sosial. Tentu juga berharap ada dukungan dari temen-temen media yang lain untuk sosialisasi,” pungkasnya. (ack)

Fotographer : Krisna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize