Buku Sejarah Pengawasan Pemilu di Jawa Timur tahun 1999-2019, yang diterbitkan oleh Bawaslu Jawa Timur menarik perhatian Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, yang melakukan penelitian ke sejumlah daerah di Indonesia dalam tajuk Evaluasi Skema Serentak Pemilu 2019: Menciptakan desain Pemilu yang Efektif dan Kondusif.

Tim dari Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI yang terdiri dari 5 orang, tampak sudah datang sejak siang di Kantor Bawaslu Jatim. Di terima oleh Anggota Bawaslu Jatim, Purnomo Satrio Pringgadigdo, Kabag Pengawasan, Filber Sidaputar, dan Kasubag Pengawasan, Eskatario.

Sejumlah draft pertanyaan diajukan. Dari surat ke Bawaslu Jatim, sekurang-kurangnya 13 draf. Tampak diskusi berlangsung sekitar 3 jam.

Purnomo Satrio Pringgadigdo yang menemui tim peneliti menyampaikan bahwa kedatangan dari tim peneliti dalam rangka evaluasi sistem pemilu 2019 sesuai dengan Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017.

“Jadi yang saya ketahui, kedatangan dari Tim peneliti DPR RI ini terkait dengan evaluasi pemilu. Di Buku Sejarah Pengawasan Pemilu itu kami cukup terbantu dan diakui oleh para peneliti yang datang. Utamanya tentang data netralitas ASN,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Tim dari Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, Prayudi menyampaikan bahwa buku sejarah pengawasan pemilu di Jawa Timur tersebut akan menjadi masukan kepada pemerintah dalam mengevaluasi pemilu tahun 2019.

“Data-data yang ada di buku itu akan kami pakai. Baik data pengawasan maupun penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa. Buku itu akan menjadi salah satu referensi dari penyelenggaraan pemilu. Nanti akan menjadi masukan kepada kita,” ungkapnya, di Surabaya.

Secara terpisah, Koordinator Divisi Humas dan Hubal Bawaslu Jatim, Nur Elya Anggraini yang bertanggung Jawab terhadap proses penerbitan buku Sejarah Pengawasan Pemilu tahun 1999-2019, bersyukur apabila buku yang diterbitkannya dapat dijadikan sebagai masukan pada pemerintah untuk perbaikan sistem pemilu.

“Kami bersyukur jika Badan Keahlian DPR RI menjadikan buku sejarah Pengawasan Pemilu 1999-2019 menjadi masukan pemerintah untuk perbaikan sistem pemilu kita,” terangnya via saluran Whatshap.

Menurut Ely, buku yang ditulis oleh tim dari Bawaslu Jatim dilakukan dengan metode riset dengan melakukan wawancara, mencari data, turun ke lapangan dan mengakses pemberitaan hari ini dan masa lalu.

“Buku sejarah itu memang kita tulis sejak 1999-2019. Kita mencoba untuk memotret peristiwa menonjol dengan metode riset, melakukan wawancara, turun lapangan mencari data dan mengakses pemberitaan hari ini dan masa lalu. Untuk data pemilu tahun 2019, sangat lengkap datanya. Mengingat peristiwanya baru saja terjadi,” terang Ely menyudahi tanggapannya. (ack)

Fotographer : Krisna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize