Untuk 19 Kabupaten/Kota yang tidak Pilkada di Jawa Timur, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi berharap untuk terus menjaga performa dan kinerjanya dengan melakukan pembibitan dan pembinaan kader dalam Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP). Menurut Aang, kader pengawasan partisipatif yang terus dibina akan cukup berguna saat ada momentum Pemilu dan Pilkada.

“Harapannya untuk 19 Kabupaten/Kota yang tidak melaksanakan Pilkada tetap terjaga perfomanya. Kader pengawasan patisipatif itu perlu terus dibina sehingga ketika melakukan pengawasan kita bisa seperti menekan tombol untuk mengkatifkan kembali kader-kader pengawasan partisipatif”, ungkapnya, diharapan Pengawas Pemilu se-Jawa Timur, di Batu.

Pimpinan termuda di Jatim ini menyadari bahwa jumlah pengawas Pemilu cukup sedikit dengan cakupan pengawasan yang luas se-Jawa Timur. Untuk itulah, melahirkan kader-kader pengawasan partisipatif merupakan salah satu ikhtiar agar muncul kesadaran masyarakat bersama Bawaslu mengawasi Pemilu.

“Sesuai tagline Bawaslu bahwa bersama rakyat awasi Pemilu dan bersama Bawaslu tegakkan keadilan Pemilu”, tambahnya.

Aang juga berharap bahwa pembibitan kader pengawasan partisipatif di Jawa Timur tidak hanya menjadi seremonial semata. Lebih dari itu, yang diharapkan adalah berkelanjutan dan menghasilkan dampak yang nyata dalam demokrasi. Terutama dalam perhelatan Pemilu maupun pemilihan. (spt)

Fotographer : Ilham Bagus P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize