Dalam rangka untuk melibatkan kelompok akademisi dalam pengawasan partisipatif, kali ini Bawaslu Jatim turun langsung melakukan silaturrahim dan penajajakan Memorandum of Understanding (MoU) ke ujung timur pulau Madura. Kini penjajakan MoU akan dilakukan oleh Bawaslu Jatim dengan Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) yang berada di Kabupaten Sumenep di ujung timur pulau Madura.

Sekitar jam 09.30, rombongan Bawaslu yang terdiri dari Kepala Subbagian (Kassubag) Hubungan Masyarakat dan Data Informasi, Pratikno, Kassubag Hubungan Antar Lembaga (Hubal), Nanang Priyanto dan 3 staf Hubungan masyarakat dan Hubungan antar Lembaga, ditemani Ketua dan 2 Anggota Bawaslu Sumenep, silaturrahim dan melakukan kunjungan ke Instika yang diterima langsung oleh Wakil Rektor (Warek) II, Husnan Nafi’e dan Warek III, M Musthafa.

Dalam kesempatan tersebut, Warek II Instika menyampaikan bahwa pihaknya memang selama ini telah berupaya memberikan kontribusi positif dalam menghadirkan pemilu yang ideal dan mencerdaskan,

“ Selama ini kami memang terlibat dalam penguatan akademik kemahasiswaan. Hanya saja kami membimbing mahasiswa untuk mengawasi jalannya demokrasi secara teori saja. Secara praktek kami belum,” tuturnya, di Sumenep.

Salah satu pengasuh di Pondok Pesantren Annuqayah tersebut juga merasa senang bisa dipercaya oleh Bawaslu Jatim untuk terlibat dalam kerja sama mengawasi pemilu.

“Kita ingin betul betul melibatkan diri dalam proses ini untuk memberikan edukasi politik yang baik kepada mahasiswa dalam pemilu,” tambahnya.

Ia berharap, bahwa silaturrahim yang terjadi antara Bawaslu dan Instika segera diwujudkan dalam wilayah konsep dan teknis. Sehingga kampus yang dipimpinnya ini dapat segera memberikan kontribusi positif untuk pemilu yang demokratif.

Sementara itu, Praktikno juga menyampaikan bahwa dirinya mewakili dari Koordinator Divisi Humas Hubal yang kini sedang menghadiri undangan ke Jakarta.

“ Kami mewakili dari Koordiv Humas Hubal, pesannya Bu Koordiv, di antara yang bisa dikerjasamakan adalah Sekolah Kader Pengawasan Partisiaptif dan juga Pojok Pengawasan yang akan di launching pada 1 April 2020,” Jelasnya.

Pratikno menjelaskan bahwa hal hal lain yang berkenaan dengan teknis akan dibicarakan lebih lanjut,

“ Jadi nanti kami akan menghubungi secara lebih teknis lebih jauh ke Instika. Jadi, izin kami akan sering mengganggu bapak,” tuturnya disambut tawa oleh jajaran rektorat Instika.

Perbincangan yang renyah dan santai tersebut antara Bawaslu Jatim dan Instika akan terus berlanjut pada kesepakatan akan komunikasi inten dalam mewujudkan bentuk kerja sama yang kongkrit dalam menumbuh suburkan pengwasan partisipatif di ujung timur pulau Madura. (spt)

Fotographer : Ilham Bagus P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize