Pak Afif dan IKP 2020

jatim.bawaslu.go.id – Jakarta. Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada Serentak 2020 berada pada angka 51,65%. Dalam 6 level yang telah ditetapkan dalam IKP 2020 ini, angka tersebut masuk dalam kategori Rawan Sedang.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu, Mohammad Afifuddin menjelaskan ada 4 dimensi besar yang diteliti, yakni konteks sosial dan politik, Pemilu yang bebas dan adil, kontestasi dan dimensi partisipasi.

Keempat dimensi tersebut dikembangkan lagi menjadi 15 subdimensi, yaitu keamanan lingkungan, otoritas penyelenggara Pemilu, otoritas penyelenggara negara, relasi kuasa di tingkat lokal, hak pilih, pelaksanaan kampanye, pelaksanaan pemungutan suara, ajudikasi keberatan Pemilu, pengawasan Pemilu, hak politik, proses pencalonan, kampanye calon, partisipasi pemilih, partisipasi partai politik dan partisipasi publik.

Subdimensi tersebut kemudian dipecah lagi dalam 229 indikator. “IKP adalah alat antisipasi, bukan alat-alat pembenar agar kerawanan itu terjadi. Persepsi ini yang perlu kita samakan”, kata Afif saat pemaparan hasil IKP Pilkada Serentak 2020 di Jakarta.

Afif membuka peluang terjadinya perkembangan IKP, sebab biasanya paslon memunculkan kerawanan baru di tengah berlangsungnya tahapan. Bawaslu, kata Afif, akan memetakan kerawanan dimaksud pasca penetapan paslon oleh KPU.

Setelah IKP diluncurkan, Afif berharap semua pihak bergandengan tangan untuk mencegah terjadinya kerawanan dan pelanggaran. “Mari bergandengan tangan untuk mencegah konflik vertikal dan horizontal. Pastikan konflik tersebut tidak terjadi setelah peta kerawanan ini kita rumuskan”, pungkasnya.

Font Resize