Rakor Pemetaan Kerawanan Pilkada 2020

jatim.bawaslu.go.id – Jakarta. Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu Moh. Afifuddin mendorong pengawas Pemilu Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk berani menyampaikan secara keras hasil pengawasan sebagai bentuk pencegahan. Hal itu disampaikan Afif saat Rapat Koordinasi Pemetaan Kerawanan Pemilihan Kepala Daerah 2020 di Jakarta (24/02).

Menurut Afif, pengawas Pemilu Provinsi dan Kabupaten/Kota harus berani mengambil keputusan dan tidak gagap menghadapi situasi.

“Itu merupakan bagian dari upaya kita mengingatkan atau deteksi dini munculnya persoalan”, katanya.

Yang tidak kalah penting, Afif mengingatkan agar hasil pengawasan disampaikan ke publik sebagai bentuk pencegahan terjadinya pelanggaran. Apalagi pengawas Pemilu sudah dibekali dengan alat kerja yang memudahkan terlaksananya aktifitas pengawasan.

“Semua alat kerja pengawasan sudah siap sampai ke level desa. Anda perlu berbagi peran dan tugas”, terangnya di depan seluruh Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia yang melaksanakan Pilkada.

Sementara Kepala Bagian Analisa Teknis Pengawasan dan Potensi Pelanggaran Bawaslu, Ilham menerangkan, Indeks Kerawanan Pilkada (IKP) 2020 ini memuat sekitar 229 indikator. Riset tersebut melibatkan seluruh daerah yang mengelar Pilkada. Rencananya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin akan secara resmi melaunching IKP 2020, Selasa (25/02) di Jakarta.

Font Resize