Ely : Ada berapa tulang sendi manusia?

Siswa : 360 bu..

Ely : Ada satu tulang sendi yang kalau nyeri, sakitnya minta ampun. Sendi apa namanya?

Siswa : Sendirian bu…

Tawa gemuruh sontak memenuhi ruangan musholla Madrasah Aliyah Sunan Ampel yang berlokasi di Pondok Pesantren Subulul Maarif, Desa Kamal Kuning, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo (5/2).

Ya memang begitulah seumpamanya. Bawaslu, dalam menunaikan tugas mengawasi tidak bisa melangkah sendirian. Akan tiba masa, bila terus-terusan melangkah sendiri tanpa melibatkan masyarakat, tulang sendi Bawaslu terasa ngilu dan bertahan lama sakitnya.

Oleh karena itu, Bawaslu berkepentingan melebarkan sayap pengawasan sampai menyentuh kalangan milenial 4.0. Tujuannya supaya nilai-nilai pengawasan terus merasuk sampai ke alam bawah sadar mereka dan terbawa hingga moment demokrasi elektoral.

“Milenial 4.0 adalah masa depan demokrasi bangsa. Sentuhan terhadap mereka, sedikit banyak akan mengubah wajah Pemilu menjadi lebih baik”, kata Nur Elya Anggraini, Koordinator Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Provinsi Jatim.

Dalam sambutannya pada acara bertajuk “Menguatkan Karakter Milenial Pemilih Partisipatif di Era 4.0” itu, Ely menyampaikan pentingnya keterlibatan kaum muda milenial untuk memastikan Pemilu bebas dari tekanan politik uang dan memilih pemimpin secara luber jurdil. “Ibarat tulang sendi, muda mudi milenial merupakan sendi yang mengokohkan bangunan demokrasi elektoral melalui intensifnya keterlibatan mereka dalam pengawasan”, ujarnya.

Secara terpisah, Ketua OSIS MA Sunan Ampel, Zainul Hasan menjelaskan keberaniannya bekerjasama dengan Bawaslu karena didorong oleh semangat kerja Bawaslu yang melawan kecurangan. Ia dan teman-temannya berangan-angan Pemilu di Indonesia bebas dari segala bentuk kecurangan apapun.

“Selain itu kita merasa, status milenial kita akan lebih kaffah kalau terlibat langsung dalam pengawasan Pemilu”, katanya.

Zainul mengaku siap bergandengan tangan dengan Bawaslu dalam jangka waktu panjang. Ia dan teman-temannya senang mendapat ilmu pengawasan Pemilu langsung dari pihak yang sangat otoritatif.

Font Resize