jatim.bawaslu.go.id – Mojokerto. Kamis (26/02), Tingkat kerawanan yang tinggi dalam Pilkada untuk Kabupaten Mojokerto sebagai rilis dari Bawaslu RI sehari sebelumnya, bagi Koordinator Divisi Pengawasan Kabupaten Mojokerto, Afidatussholiha disikapi dengan seperangkat strategi untuk mencegahnya. Ia menolak diam. Sebagai pengawas Pemilu, Afidah ingin menunaikan tugasnya hingga tuntas. Apa saja yang akan dilakukan? Berikut liputannya.

Sekitar jam 4.00 dini hari, saat adzan subuh berkumandang, melalui pesan WhatsApp, Afidah menerangkan sejumlah langkah agar potensi rawan yang telah dipetakan tidak terjadi di Kabupaten Mojokerto.

“Kami tentu akan melakukan pencegahan. Ini kan Mojokerto rawan di dimensi kontestasi, yakni proses pencalonan dan kampanye calon sehingga kami akan segera rapat koordinasi dengan aparat keamanan untuk menyampaikan hasil IKP”, jelasnya.

Srikandi pengawasan Pemilu ini merupakan perempuan yang mempunyai pengalaman lama sebagai penyelenggara. Saat terjadi kerusuhan dan pelanggaran pada Pilkada sebelumnya, Afidah paham dan tahu persis kejadiannya.

“Tahun 2015 lalu sempat terjadi pelanggaran aturan kampanye dan politik uang. Maka untuk Pilkada tahun 2020 ini kami akan mencegah dengan memaksimalkan sosialisasi aturan kampanye dan tentang politik uang”, terangnya.

Sebagai pengawas Pemilu tentu juga menjadi tanggung jawabnya untuk meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat, “Kami akan menggandeng komunitas-komunitas. Kami akan terus melakukan sosialisasi dengan cara yang lebih efektif dan massif dengan banyak melakukan kegiatan sosialisasi outdoor”, tambahnya lagi.

Strategi lain yang akan dilakukan Afidah adalah segera mengagendakan kampung anti politik uang dan MoU dengan pihak-pihak terkait untuk memaksimalkan pengawasan partisipatif. Baginya, kampung anti politik uang dan MoU akan kian meningkatkan pengawasan bersama dengan masyarakat untuk mencegah kerawanan Pilkada di Mojokerto.

“Saya kira keterlibatan masyarakat ini akan penting untuk mencegah setiap pelanggaran Pilkada. Potensi rawan dapat dicegah dengan sebaik-baiknya”, pungkasnya.

Font Resize