jatim.bawaslu.go.id – Sidoarjo. Selepas perwakilan Universitas Muhammdiyah melakukan silaturrahim dan menindaklanjuti MoU antara Forum Dekan FISIP se-Indonesia dengan Bawaslu RI ke kantor Bawaslu Jatim, kali ini Bawaslu Jatim berbalas kunjungan untuk menindaklanjuti secara kongkrit Momorandum of Agrmeent (MoA) dengan UMISIDA. Rombongan Bawaslu Jatim diterima langsung oleh Wakil Rektor 3 yaitu Eko Hardiansyah, M.Psi., Psikolog, Dekan dan jajaran Kaprodi dari Fakultas Bisnis, Hukum dan Ilmu Sosial UMSIDA.

“Suatu kehormatan bagi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo bisa didatangi oleh Bawaslu Jatim. Ke depannya, kami berharap sinergi ini saling memberi manfaat, bagi masyarakat sidoarjo dan masyarakat jawa timur, dan bisa memahami pelaksanaan Pemilu secara jurdil. UMSIDA mempunyai sekitar 10.500 mahasiswa. Dengan jumlah ini, saya kira bisa memberikan warna tentang Pemilu berjalan dengan baik”, sambut Wakil Rektor 3 UMSIDA, Eko Hardiansyah.

Untuk itu, UMSIDA berharap bahwa kegiatan kerja sama dengan Bawaslu Jatim juga dapat melibatkan secara aktif dosen dan mahasiswa.

Sementara itu, Koordinator Divisi Humas dan Hubal, Nur Elya Anggraini menyampaikan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi dimaksudkan untuk memperlebar sayap pengawasan Pemilu dan Pilkada. Kerja sama dengan perguruan tinggi diharapkan dapat meningkatkan pengawasan partisipatif oleh masyarakat.

“Perguruan tinggi adalah mitra strategis kami. Di dalamnya tumbuh kader-kader pengawas partisipatif yang sangat potensial, sehingga kerjasama ini kami kira penting untuk diwujudkan”, jelasnya.

Perempuan kelahiran Bangkalan ini juga menjabarkan point-point kerja sama yang bisa ditindaklanjuti secara kongkrit. Mulai dari Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP), Pojok Pengawasan, KKN Tematik dan Sosialisasi.

“Kami berharap MoA ini bisa bertahan dalam jangka waktu lama. Kita mulai dari SKPP dengan modul yang sudah terstandar secara nasional. Nantinya alumni dari sekolah ini turun ke lapangan untuk melakukan simulasi pengawasan langsung”, terangnya.

Ely juga menambahkan bahwa untuk Pojok Pengawasan, pihaknya akan menyuplai hasil karya dari Bawaslu, baik itu reportase, essay, mapun penelitian akademik yang berdampingan dengan perpustakaan UMSIDA. “Kami berharap ada ruang di perpustakaan UMSIDA sebagai tempat hasil karya-karya kami agar bisa dibaca oleh mahasiswa”, tambahnya lagi.

Selain itu, Mantan Panwaskab Kabupaten Jember ini juga menawarkan suatu program berupa KKN Tematik dengan pendampingan intensif dari Bawaslu Jatim. “Kader yang sudah dibekali ilmu dalam SKPP bisa terjun ke desa-desa saat melaksanakan KKN untuk menumbuhkan bibit baru kader pengawasan partisipatif di desa tersebut”, ujarnya.

Siang itu, sekitar jam 11.30, diskusi dan keinginan kerja sama terus dibicarakan. Pada bulan Maret, MoA akan dilaksanakan. Ada aura semangat untuk terus merawat demokrasi dan kemerdekaan dalam memilih dan bebas dari setiap pelanggaran.