Muh. Ikhwanudin Alfianto

jatim.bawaslu.go.id-Jakarta. Selasa ( 21/1) Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Jatim, Muh Ikhwanudin Alfianto menyampaikan bahwa tingkat kepercayaan akademisi dan pegiat serta stakeholder Pemilu masih cukup baik terhadap penyelenggara Pemilu. Hal ini dapat dilihat pada dukungan dari eksternal Bawaslu yang terdiri akademisi, NGO dan para tokoh pada penyelenggaraan debat mahasiswa tentang penegakan hukum Pemilu serta evaluasinya yang dilaksanakan oleh Bawaslu RI. “Banyak muncul gagasan baru. Kehadiran mereka tidak bisa dinilai biasa saja, karena mereka juga turut memberikan masukan kepada Bawaslu”, ungkap Ikhwan via saluran Whatsapp.

Lebih jauh, Ikhwan menceritakan dalam Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Debat Mahasiswa CV Tentang Penegakan Hukum Pemilu yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI, 20-22 Januari 2020 di Tangerang, para ahli yang menjadi juri mengapresiasi kegiatan Debat Mahasiswa yang dilakukan pada Desember 2019 lalu dan berharap terus dilanjutkan dengan perwakilan peserta yang lebih besar dan materi yang luas. “Masukan dalam FGD tersebut cukup banyak, misalnya, pesertanya tidak hanya dari Fakultas hukum saja, tapi bisa juga dari FISIP. Topiknya nanti netral untuk menyediakan ruang argumentasi bagi yang pro maupun kontra. Sistemnya menggunakan sistem gugur”, jelas Ikhwan.

Masih menurut Mantan Ketua KPU Ponorogo tersebut, bahwa hadirnya puluhan ahli tersebut menunjukkan keseriusan dan pentingnya kegiatan Debat Mahasiswa. “Ada Plt. Ketua DKPP, Prof Muhammad, ada peneliti senior LIPI, Prof Siti Zuhro, ada dari akademisi, NGO seperti Perludem, ICW dan lain-lain yang cukup antusias memberikan masukan dan gagasan demi perbaikan pelaksanaan debat ke depan”, imbuhnya.

“Ada pandangan dari para ahli bahwa kegiatan debat nanti akan mendorong semakin kuatnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi penegakan hukum Pemilu, meningkatkan partisipasi publik dalam pencegahan, pengawasan dan penegakan hukum Pemilu”, pungkasnya.

Sebagai informasi, Bawaslu RI menyelenggarakan kompetisi debat yang diikuti oleh 35 Perguruan tinggi di seluruh Indonesia pada Desember 2019. Tampil sebagai juara debat adalah mahasiswa dari Universitas Andalas Padang. Sebagaimana berita dalam laman Bawaslu, bahwa juga akan diadakan kompetisi debat selanjutnya dengan perbaikan mekanisme dari debat yang pertama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *