Penanganan Pelanggaran

jatim.bawaslu.go.id-Probolinggo (15/10). Koordinator Divisi Humas dan Hubal, Nur Elya Anggraini menyampaikan bahwa dalam perhelatan Pemilu tahun 2019, pengawasan yang dilakukan oleh jajaran Bawaslu se-Jawa Timur sudah sangat baik.

“Bawaslu Jawa Timur telah memimpin orkestra pengawasan terbaik. Mulai dari tingkat TPS hingga provinsi”, katanya.

Bagi Ely, Pemilu tahun 2019 di Jawa Timur berlangsung tanpa gejolak yang berarti. Hal ini menjadi bukti bahwa jajaran Bawaslu se-Jawa Timur memiliki komitmen menyukseskan Pemilu dengan baik.

Perempuan kelahiran Bangkalan ini juga mengutip pernyataan M. Faizi; Tuhan mengampuni orang yang lupa, tapi polantas tidak. Bagi Ely, pernyataan ini bermakna bahwa setiap pelanggaran harus disikapi susuai dengan Undang-undang. Semuanya harus ditindak.

Ely berpesan kepada jajaran Bawaslu tingkat Kabupaten/Kota yang akan menggelar Pilkada harus terus menjaga integritas dan netralitas dalam menghadapi peserta Pemilu.

“Contoh paling ekstrem adalah saat anda senyum tiga senti pada salah satu peserta Pemilu, maka pada peserta lain, pengawas Pemilu juga harus senyum tiga senti”, jelasnya.

Selain itu, bagi 19 Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Tiimur yang tidak memiliki agenda Pilkada, ia mendorong agar muncul kreativitas.

“Salah satu yang bisa dilakukan adalah kegiatan pengawasan berbasis non budgeter. Kita harus kreatif dan melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan partisipasi pengawasan karena mengajak memilih lebih mudah daripada mengajak mengawasi”, pungkasnya.

Font Resize