Acara SDM

jatim.bawaslu.go.id – Surabaya. (25/9) Pada akhir September 2019, tahapan Pilkada akan dimulai. 19 Kabupaten/Kota se Jawa Timur akan menggelar Pilkada tahun 2020. Ketua Bawaslu Jawa Timur, Moh Amin menyatakan pihaknya akan selalu melakukan koordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) dan Badan Kepagawaian Daerah (BKD) demi suksesnya demokrasi.

“Kami tidak akan lelah untuk selalu koordinasi baik secara formal maupun informal dengan Baksebangpol dan juga BKD”, ungkap Amin.

Amin menilai bahwa Pemilu tahun 2019 lalu memiliki banyak tantangan yang cukup besar. Namun berkat kuatnya koordinasi antar lembaga membuat Pemilu tahun 2019 berjalan dengan lancar dan sukses. Sukses Pemilu 2019 diharapkan akan kembali bisa diwujudkan dalam Pilkada tahun 2020. Koordinasi dan penguatan kemitraan akan terus dilakukan oleh Bawaslu Jawa Timur. Tantangannya berbeda dengan Pilkada tahun 2015. Karena dengan Undang-undang 7 tahun 2017 terdapat perubahan nama dari Panitia Pengawas Pemilihan Umum menjadi Badan Pengawas Pemilihan Umum yang tugas serta wewenangnya juga mengalami peningkatan sehingga memiliki implikasi terhadap penambahan jajaran Pengawai di jajaran sekretariat.

“Khusus Pilkada tahun 2020, koordinasi antar lembaga sangat diperlukan untuk menjalankan Undang-undang 7 tahun 2017. Mulai dari dukungan fasilitasi, dukungan Pegawai Negari Sipil dan pendanaan untuk memfasilitasi kegiatan Bawaslu”, katanya.

Kegiatan penguatan kelembagaan dihadiri juga oleh Koordinator Divisi Organisasi Bawaslu Jawa Timur, Eka Rahmawati. Plt Kepala Sekretariat Jawa Timur, Triyono. Kepala Bakesbangpol Jawa Timur, Jonathan Judianto dan Perwakilan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Tri Yuwono.

Font Resize