jatim.bawaslu.go.id – Surabaya. Tenaga Ahli Bawaslu RI, Masykuruddin Hafidz memberikan arahan kepada Bawaslu se-Jawa Timur dalam acara Rapat Kerja Teknis Laporan Akhir Pengawasan yang dilaksanakan di Hotel Aria, 17 Juni 2019. “Atas nama Bawaslu RI, kami menekankan pentingnya tradisi laporan dalam bentuk tulisan daripada laporan yang disampaikan dalam bentuk lainnya.” Paparnya.

Lebih jauh, Masykuruddin menyampaikan bahwa dalam laporan akhir nanti setidaknya harus mencakup beberapa hal penting. Yakni pencegahan, pengawasan dan penindakan. “Kejadian kecil yang biasanya sederhana sebenarnya dapat dinarasikan untuk dapat dibunyikan dalam ruang publik. Bagaimanapun bentuknya, laporan pencegahan, pengawasan dan penindakan akan menjadi warisan sejarah kita yang penting untuk Pemilu kali ini”, ujarnya lebih jauh.

Dalam arahannya di hadapan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, Masykur juga mengharapkan bahwa laporan yang dibuat harus lebih baik dari laporan lembaga lain pada umumnya. “Banyak laporan itu itu ¾ berisi Undang-Undang. Kita harus bikin terobosan baru, dimana temuannya lebih banyak daripada narasi Undang-Undangnya”, paparnya lebih jauh.

Agar buku laporan dapat menarik perhatian publik, Tenaga Ahli ini juga menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan. Mulai dari kalimat yang disusun dengan pendek-pendek, memperbanyak bagan, to the point, dan juga dibikin dengan sederhana. “Saya mengajak kepada semuanya untuk menyusun laporan yang baik dan dapat dibaca oleh semua orang”, harapnya.

Dalam pembukaan acara, tampak hadir Koordinator Divisi Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi dan juga Koordinator Divisi Humas dan Hubal, Nur Elya Anggraini. Pada kesempatan ini, Masykur juga menyampaikan apresiasi terhadap Bawaslu Jatim. “Saya sudah cek dari Bawaslu se-Indonesia, Bawaslu Jatim merupakan Bawaslu Provinsi yang datanya paling lengkap”, ungkapnya yang disambut dengan tepuk tangan peserta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *