jatim.bawaslu.go.id – Surabaya. Tanda tangan MoU antara Bawaslu dan UINSA tentang Pengawasan Partisipatif pada 27 Maret 2019, menjadi bagian awal dari komitmen UINSA untuk melakukan kerja pengawasan terhadap Pemilu. Di temui secara terpisah, Dr. Abdul Cholik, M.Ag salah satu Dekan FISIP UINSA menceritakan bahwa sudah membentuk Asosiasi Dosen Pemantau Pemilu.

“Kami serius untuk mengawal Pemilu. Kami disini sudah bentuk Asosiasi Dosen Pemantau Pemilu. Ketuanya itu ibu Kholilah M.Si, kaprodi Ilmu politik UINSA”, ungkapnya saat ditemui di Kantornya di Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Lebih jauh, Dosen UINSA yang juga menjabat sebagai salah satu anggota Tim Pemeriksa Daerah DKPP ini menceritakan bahwa pihaknya lewat Asosiasi Dosen Pemantau Pemilu akan terus melakukan update hasil pengawasan Pemilu. Selain itu juga akan bersinergi dengan badan pengawas Pemilu dalam berbagai level. “Kami akan bersinergi dengan pengawasan lain, seperti Bawaslu, Polisi atau pemantau independen”, jelasnya.

Abdul Cholik berharap bahwa kerja sama UINSA dengan Bawaslu tidak berakhir dengan seremonial dan selesai dengan penandatanganan MoU. “Kami berharap ada kerja sama secara terus menerus dengan Bawaslu Jatim. Misalkan dalam riset tentang Pemilu. Kami siap terlibat dan turut serta menyukseskan Pemilu”, ujarnya dengan bersemangat.

Di temui secara terpisah, Nailur Rofi, mahasiwa UINSA menceritakan bahwa acara MoU antara UINSA dengan Bawaslu Jatim kian menambah keyakinan dirinya untuk terlibat aktif dalam pengawasan Pemilu. “Kami tidak mau terjebak pada pilihan yang fanatik. Tetapi kami akan berusaha untuk turut mengawasi. Apalagi sekarang kan laporan bisa pakai HP. Jadi tinggal foto dan kirim ke Bawaslu”, ungkapnya.

Font Resize