jatim.bawaslu.go.id – Kota Malang. Sosialisasi pengawasan partisipatif terus didengungkan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Malang. Senin (3/12/2018) malam hari Bawaslu Kota Malang diwakili Alim Mustofa S.Sos., M.Ap. yang disaksikan Ibu Nur Elya Anggraeni selaku Koordinator Divisi Humas dan Hubal Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Wakil Walikota Malang Bapak Ir. H. A. Sofyan Edi Jarwoko dan para budayawan Kota Malang, menandatangani MOU dengan Sekolah Budaya Tunggulwulung diwakili Bapak Kolik Nuriadi selaku pemangku sekolah dengan diiringi upacara ritual oleh pemangku adat setempat.

Dalam sambutannya ibu Ely menyampaikan bahwa Bawaslu sangat peduli terhadap pegiat seni, budaya, pegiat tradisi untuk bersama-sama menciptakan Pemilihan Umum (Pemilu) yang berintegritas dan bermartabat melalui seni budaya (Politik yang berbudi luhur).

“Mengapa dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu, karena melihat jumlah pengawas mulai Bawaslu Provinsi hingga Pengawas Kelurahan tidak sebanding dengan jumlah kontestan dalam Pemilu 2019 yang sangat banyak, belum lagi tahapan-tahapan Pemilu sehingga dibutuhkan peran dan partisipasi masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan Pemilu”, sambung Ibu Elya.

Pada kesempatan yang sama Wakil Walikota menyampaikan bahwa Pemilu yang bersih merupakan kunci pembuka gerbang kesejahteraan masyarakat. Dengan keikutsertaan dalam pemilihan umum, adalah bentuk partisipasi politik masyarakat dalam memilih pemimpin yang berkualitas.

Dilanjutkan Koordinator Hukum dan Datin Bawaslu Kota Malang Bapak Iwan Sunaryo menyampaikan kalau para seniman, budayawan dan pemangku adat tidak ikut berpartisipasi aktif dalam Pemilu, maka jangan marah ketika ada punden-punden dibersihkan oleh pemerintah karena itu juga salah satu bentuk keputusan politik. Supaya para seniman, budayawan juga diperhatikan oleh pemimpin – pemimpin yang terpilih nantinya maka marilah kita mengawal politik dengan berbudi luhur.

Dalam dialog itu ada satu pertanyaan yang menjadi perhatian peserta yang hadir yaitu pertanyaan yang disampaikan oleh Ibu Sehat. “Bagaimana apabila pelantikan nanti Caleg yang terpilih dilantik dihadapan rakyat Kota Malang supaya mereka  itu punya rasa malu ketika melakukan korupsi atau kesalahan yang lain”.

“Apa yang tidak mungkin dalam kehidupan ini?, semua ada kemungkinannya. Bila masyarakat menghendaki pasti bisa tapi dengan tidak mengindahkan aturan-aturan yang ada”, jawab Pak Wakil Walikota.

Pertanyaan itu merupakan pertanyaan yang spesial sehingga oleh moderator diberikan hadiah sebuah pusaka aji berbentuk keris yang nilainya sangat mahal.

Font Resize