jatim.bawaslu.go.id – Bondowoso. Sangat menarik ketika mengikuti pendampingan secara maraton terhadap proses pleno DPTHP-1 oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bondowoso di 23 Kecamatan. Salah satunya oleh Kordiv OSDM Bawaslu Bondowoso yaitu Ridwantoro. Bagaimana tidak, dari ketiga Kecamatan yang dilakukan pendampingan oleh beliau, diantaranya di Kecamatan Tegal Ampel, Kecamatan Tamankrocok, dan Kecamatan Tenggarang. Masyarakat merasa puas dengan beberapa penjelasan-penjelasan lugas dengan menggunakan nalar yang mudah dipahami oleh segenap undangan.

“NKRI itu ibarat sebuah pesawat terbang. Sistem navigasinya adalah demokrasi”, ujarnya ketika memberikan sambutan. “Kalau anda naik pesawat terbang, kemudian menemukan ada orang lain yang menggunakan handphone di saat take off atau sesaat sebelum landing, pasti tidak hanya Pilot/Pramugari yang marah-marah. Semua seisi pesawat kalau mengetahui pasti akan melakukan hal serupa”, tambahnya. Dengan intonasi sedikit ditinggikan beliau meneruskan, “Kenapa semua marah-marah, karena sistem navigasi pesawat bisa terganggu oleh sinyal dari handphone. Dan kebanyakan kasus kecelakaan penerbangan adalah karena gagalnya sistem navigasi pesawatnya. Semua marah-marah dan mengingatkan karena mereka tidak ingin pesawat yang ditumpanginya mengalami kecelakaan”.

“Begitupun juga dengan NKRI ini. Semua telah bersepakat bahwasanya NKRI adalah satu-satunya wahana yang tidak hanya membuat bangsa ini lepas landas tapi juga bisa mengantarkan ke tempat tujuan kita nan jauh disana. Jangan sampai pesawat kita ini jatuh gara-gara ada yang mengganggu jalannya sistem demokrasi kita. Baik itu dengan melakukan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh peserta pemilu, pemufakatan jahat penyelenggara atau keapatisan dari masyarakatnya. Ini tanggung jawab kita bersama. Menjaga dan merawat demokrasi ini supaya tetap on the track itu sangat penting. Peran serta semua elemen bangsa itu teramatlah penting”,  imbuhnya.

Dalam 3 kesempatan berbeda itu, masyarakat juga diajak terlibat aktif untuk melakukan pengawasan partisipatif. “Hari ini kecanggihan teknologi komunikasi dan informasi itu sudah sangat luar biasa. Bahkan smartphone bukan lagi menjadi barang mewah/luxury thing. Tidak hanya businessman bahkan petani dan abang becak sudah sangat akrab berinteraksi dengan android dan dunia maya di setiap harinya”, sambil meyeruput air dalam kemasan beliau melanjutkan. “Itu bisa menjadi modal bagi kita semua untuk mengakses informasi sekaligus membagikannya. Cukup dengan sekali dua kali sentuhan kejadian pelanggaran di suatu daerah bisa kemudian diketahui publik secara luas. Dan harapan kami setiap kejadian-kejadian yang mencederai rasa keadilan demokrasi yang terjadi di bawah hendaknya segera dilaporkan kepada kami. Baik itu kepada PPD/K, Panwascam atau datang langsung ke kantor kami”, terangnya dengan berapi-api.

Beliau juga memastikan bahwa setiap laporan yang masuk, yang memenuhi syarat formil dan materill akan di proses semuanya. dan hasilnya akan dipublikasikan agar masyarakat  bisa mengetahui produk hukum dari sebuah penindakan pelanggaran tersebut. “Mari kita jaga bersama pesawat besar bernama NKRI ini kita jaga bersama jangan sampai jatuh di tengah jalan. Sanggup saudara-saudara?”, ujar beliau kepada peserta. Dan suara teriakan “Sangguuuupp” pun bergema memecah kesunyian malam. “Sanggup bersama Bawaslu turut mengawasi Pemilu???”, tambah beliau. Lagi jawaban yang samapun bergemuruh bertambah kencang. Seakan tak mau kalah dengan dinginnya malam khas pegunungan yang kian menyengat lapisan kulit.

“Cukuplah pesawat yang kemaren yang jatuh, Pesawat NKRI ini mari kita jaga bersama-sama agar bisa lebih tinggi dan terbang jauh”, ucapnya mengakhiri sambutan.

Font Resize