jatim.bawaslu.go.id – Mojokerto. Kasus pidana yang menjerat kasus Sampangagung Kutorejo Mojokerto memasuki babak baru. Setelah mendapat pelimpahan berkas dari penyidik Polres Mojokerto, Kejaksaan menyatakan berkas Kades NN lengkap. Artinya penyidik sudah bisa melakukan tahap selanjutnya yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti oleh penyidik kepada penuntut umum.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto Rudy Hartono mengatakan bahwa berkas NN dinyatakan P21. “Artinya memenuhi syarat formil dan materiil untuk ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana Pemilu atas nama dengan inisial NN, Kades Sampangagung”, ujar Rudy Hartono kepada wartawan di kantornya, Rabu (28/11/2018).

Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti direncanakan akan dilakukan di Sekretariat Gakkumdu pada Kamis hari ini. Selanjutnya, Penuntut Umum mempunyai waktu selama 5 hari untuk melimpahkan ke Pengadilan untuk dilakukan persidangan. Kendati demikian, hingga saat ini Kades NN tidak ditahan. “Tidak kami tahan, ancamannya kan dibawah lima tahun”, terang Rudi.

Terpisah, Ahmad Bashori Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mojokerto menyatakan bahwa pihaknya memberi apresiasi positif atas kerjasama baik antara pihak Kepolisian, Kejaksaan dan Bawaslu yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu. Sehingga proses penindakan dugaan pelanggaran pidana Pemilu bisa sampai pada proses pengadilan. “Ini hasil kerja bersama, dan mungkin yang pertama kalinya di Jawa Timur dalam perhelatan tahapan Pemilu 2019”, terang Bashori.

Sebagaimana diketahui, NN dianggap telah melanggar Pasal 490 juncto Pasal 482 UU RI No 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Tindakannya dinilai menguntungkan salah satu peserta Pilpres 2019. Tersangka pun terancam hukuman penjara maksimal 1 tahun dan denda Rp 12 juta. Tindakan NN menyambut Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno, diketahui oleh Pengawas Pemilu yang kemudian melakukan investigasi dan mengumpulkan bukti, sampai dinyatakan adanya unsur tindak Pidana Pemilu.

Font Resize