jatim.bawaslu.co.id – Kota Batu. Bertambahnya jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, berakibat membengkaknya kebutuhan tenaga pengamanan dalam TPS. Hal ini menjadi perhatian khusus dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batu dan sejumlah stakeholder pengamanan di Kota Batu.

Sebagaimana diketahui Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu menetapkan jumlah TPS dalam Pemilu 2019 naik hampir dua kali lipat, dari jumlah 411 TPS dalam Pilgub 2018 menjadi 757 TPS. Itu artinya, kebutuhan tenaga pengamanan yang selama ini dalam Pemilu ke Pemilu diisi oleh tenaga personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas), jumlahnya membengkak. Dibutuhkan 1.514 personel Linmas untuk mengamankan TPS di Kota Batu. Jumlah itu belum termasuk kebutuhan personel untuk pengamanan di Kantor Desa/Kelurahan, Kecamatan dan petugas piket di Balai Kota Among Tani.

Kabag Ops Polres Batu, Kompol Endro Sujiat, S.H., M.M., M.H., mengatakan masalah kebutuhan personel Linmas menjadi salah satu perhatian serius menjelang pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019. “Kami perlu berkoordinasi dengan Pemkot Batu untuk pemenuhan kebutuhan personel Linmas. Kekurangannya sangat banyak, padahal masa persiapan tinggal 4 bulan lagi”, ungkap Endro saat memberikan paparan dalam kegiatan pendampingan Babinkamtibmas dan Organisasi Kemasyarakatan untuk Pengawasan Partisipatif dalam Pemilu 2019 di hotel Filadelphia Kota Batu, Rabu (22/11).

Kegiatan yang digelar oleh Bawaslu Kota Batu tersebut diikuti oleh Babinkamtibmas, Babinsa, Kasatgas Linmas seluruh desa/kelurahan, Kapolsek, Danramil, Kasi Tramtib Kecamatan, serta jajaran Panwaslu Kelurahan/Desa dan Panwaslu Kecamatan se Kota Batu.

Menurut Endro, jumlah kebutuhan personel pada pemungutan suara nanti mencapai 1.774 personel. Sedangkan jumlah personel Linmas di seluruh desa/kelurahan saat ini hanya 1.200-an personel. “Kekurangannya memang sangat banyak, sehingga perlu dipikirkan bersama untuk mencari solusi kekurangan personel Linmas tersebut”, tegasnya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kota Batu, Abdur Rochman, S.T. mengatakan pihaknya akan mendorong Pemerinta Kota (Pemkot) Batu untuk menambah jumlah personel Linmas di seluruh desa. Walaupun berdasarkan informasi dari KPU, personel pengamanan dalam TPS tidak harus diisi personel Linmas. Tetapi keberadaan Linmas dalam pengamanan TPS tidak bisa terbantahkan. “Kalau diisi bukan dari personel Linmas, tentu mereka harus mendapat pelatihan khusus, terkait Standart Operasional Pengamanan (SOP) mulai pergeseran kotak suara hingga prosedur menangani gangguan di TPS”, tutur Rochman.

Faktor keamanan menjadi faktor yang ikut menentukan kelancaran pemungutan suara, apalagi proses penghitungan di TPS diperkirakan berlangsung hingga menjelang dini hari.

“Diisi Linmas atau non Linmas, tetap saja membutuhkan pelatihan tentang SOP pengamanan TPS. Bawaslu tentu sangat berkepentingan atas hal ini”, tandasnya. (sup)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *